Irwan Febri Rialdi
Minggu, 02 Agustus 2020 | 07:48 WIB
Ekspresi manajer Bournemouth, Eddie Howe usai laga Liga Inggris 2019/2020 kontra Everton di Goodison Park, Liverpool, Minggu (26/7/2020) malam WIB. [CATHERINE IVILL / POOL / AFP]

Suara.com - Bournemouth resmi ditinggalkan oleh sang manajer, Eddie Howe. Kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama pada Minggu (2/8/2020) dini hari WIB.

Keputusan itu menyudahi tenor kedua Howe sebagai manajer klub pesisir selatan Inggris tersebut setelah delapan musim, yang sayangnya ditandai dengan kegagalan menghindarkan Bournemouth terdegradasi dari Liga Premier Inggris.

Kendati menang 3-1 di kandang Everton dalam laga pekan pemungkas musim 2019/20, Bournemouth hanya bisa finis di urutan ke-18, terpaut satu poin di bawah Aston Villa dan terdegradasi ke Divisi Championship setelah lima musim di Liga Premier.

Howe sebelumnya juga sempat berkarier sebagai pemain di Bournemouth sebelum pertama kali menerima tugas menjadi manajer interim pada 2008 dan kembali menangani klub itu sejak 2012.

Oleh karena itu, Howe menyebut keputusan bersamanya dengan manajemen klub untuk meninggalkan kursi manajer sebagai salah satu keputusan terberat.

"Menghabiskan 25 tahun di klub ini baik sebagai pemain maupun manajer, keputusan ini adalah salah satu yang terberat," tulis Howe dalam surat terbukanya yang disiarkan laman resmi Bournemouth.

"Terlepas dari rasa cinta dan kepedulian saya terhadap tim ini, saya dan manajemen merasa ini waktu yang tepat bagi klub ini menempuh arah baru," ujarnya menambahkan.

Tenor pertama Howe di Bournemouth berlangsung pada 2008-2011 dan kala itu ia berhasil membawa The Cherries promosi dari kasta keempat alias League Two ke League One.

Setelah sempat hijrah menangani Burnley semusim 2011/12, Howe kembali ke Bournemouth sejak Oktober 2012 untuk meraih promosi dua strata ke Liga Premier dalam kurun waktu dua setengah musim saja.

"Bournemouth akan selalu ada di hati saya, tapi saya percaya ini saatnya ada perubahan di klub ini," kata Howe.