Suara.com - Gelandang sentral Persija Jakarta, Evan Dimas, turut berkomentar soal kabar hengkangnya Lionel Messi dari Barcelona.
Menurut Evan, penyerang asal Argentina itu tidak akan tampil garang lagi jika memutuskan cabut dari klub yang membesarkan namanya tersebut.
Seperti diketahui, Messi telah meminta manajemen Barcelona untuk melepasnya pada bursa transfer musim panas 2020 ini.
Tentu kabar ini membuat geger dunia sepakbola, mengingat La Pulga --julukan Messi-- sudah sahih menjelma menjadi ikon ataupun legenda Barcelona. Usia sang megabintang juga belum gaek-gaek banget, yakni 33 tahun.
Melihat statistiknya di kampanye 2019/2020 yang masih fenomenal di kampenye 2019/2020, yakni melesakkan 31 gol dan 26 assist dalama 44 pertandingan, Messi jelas sama sekali belum habis.
Evan Dimas pun punya pendapat sendiri mengenai hal ini. Mantan pemain Bhayangkara FC itu menilai bahwa sang megabintang lebih baik bertahan bersama Barcelona.
Evan mengaku tidak bisa membayangkan jika Messi berseragam klub lain. Menurut langganan Timnas Indonesia tersebut, pindah klub juga bisa mempengaruhi penampilan La Pulga ke depannya.
"Menurut saya Messi tetap di Barcelona saja. Sulit rasanya melihat Messi tampil di klub lain, dan sepertinya penampilannya tidak akan seperti di Barcelona. Saya yakin itu akan mempengaruhi performanya ke depannya, pindah klub ini," kata Evan Dimas dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (27/8/2020).
Beda halnya dengan pemain Persija lainnya, Riko Simanjuntak, yang punya pendapat cukup unik. Eks winger Semen Padang itu malah mengajak Lionel Messi bergabung ke Persija.
Baca Juga: Evan Dimas Siap Lahir Batin Hadapi Lanjutan Liga 1 2020 Bersama Persija
Adanya Messi di Persija menurut Riko akan membuat dunia gempar. Apalagi, ia memang punya mimpi bisa bermain satu tim bersama La Pulga.
"Kalau menurut saya, Messi ini lebih bagus ke Persija biar kami duet. Biar dunia ini begitu gempar kalau kami duet," seloroh Riko menjawab pertanyaan Suara.com, Rabu (26/8/2020).
Sejumlah klub elite Eropa digadang-gadang siap bersaing untuk mendapatkan servis Messi di bursa transfer musim panas 2020 ini. Sebut saja Manchester City, Manchester United, Paris Saint-Germain (PSG), Inter Milan, hingga Juventus.
Berita Terkait
-
Krisis Striker Barcelona, Anthony Gordon Siap Main sebagai Nomor 9
-
Sinyal Bahaya untuk Timnas Indonesia! Tim Muda Laos Jungkalkan Barcelona
-
Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS
-
Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari
-
Gavi Bikin Manchester United Gigit Jari, Red Devils Coba Rayu Carlos Baleba
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU
-
Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya
-
Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia
-
Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?
-
Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe
-
4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil
-
Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?
-
Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung
-
Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik
-
Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO