Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:51 WIB
Para peserta Merdeka Run 2026 berlari melintas jalan utama Jakarta, Sabtu (29/8/2026) ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.
  • Pengamat politik Hendri Satrio menanggapi keikutsertaan dua belas ribu peserta dalam Merdeka Run pada Minggu, 30 Agustus 2026.
  • Hendri Satrio menyatakan bahwa tingginya jumlah pelari menunjukkan efektivitas ajakan pemerintah, namun bukan bentuk dukungan politik.
  • Hendri Satrio mengingatkan pemerintah agar tetap fokus menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat meskipun acara tersebut sukses besar.

Suara.com - Antusiasme lebih dari 12.000 peserta dalam Merdeka Run 2026 dinilai menjadi sinyal positif bagi pemerintah. Namun, pengamat politik Hendri Satrio mengingatkan agar jumlah peserta tersebut tidak buru-buru diterjemahkan sebagai bentuk dukungan politik terhadap pemerintah.

Hendri Satrio atau Hensa menilai masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ajakan pemerintah masih mampu menarik perhatian publik. Namun, menurutnya, konteks kehadiran mereka tetap harus dilihat secara proporsional.

“Pelarinya banyak yang nurut pemerintah. Tapi ya nurutnya karena diajak lari. Jangan nanti karena yang datang 12 ribu, dianggap semuanya sedang menyatakan dukungan politik,” ujar Hensa kepada wartawan, Minggu (30/8/2026).

Menurut Hensa, tingginya partisipasi masyarakat tetap menjadi catatan positif bagi pemerintah. Setidaknya, pemerintah berhasil membuat perayaan kemerdekaan tidak hanya berlangsung melalui seremoni atau pidato, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung.

Hensa menilai kegiatan olahraga seperti Merdeka Run dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi publik yang lebih mudah diterima masyarakat. Pemerintah tidak selalu harus berkomunikasi melalui pidato formal maupun penyampaian capaian pemerintah.

Menurut dia, kegiatan yang menarik dan membuat masyarakat bersedia hadir juga menunjukkan bahwa pesan atau ajakan pemerintah sampai kepada publik.

“Kalau pemerintah bikin kegiatan lalu masyarakat mau datang, ya bagus. Berarti ajakannya sampai. Tidak perlu juga setelah itu kita ramai-ramai jadi pemuja utama pemerintah,” kata Hensa.

Ia menilai antusiasme dalam Merdeka Run dapat menjadi contoh bahwa komunikasi pemerintah tidak selalu harus berlangsung melalui forum formal.

Namun, menurut Hensa, euforia kegiatan tersebut tidak seharusnya membuat pemerintah melupakan persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

“Kadang pemerintah cukup bikin acara yang menarik, masyarakat datang, semua senang. Itu juga komunikasi. Yang penting setelah larinya selesai, pemerintah jangan ikut lari dari persoalan masyarakat,” pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com