- Presiden Inter Giuseppe Marotta menegaskan klub menolak melepas kapten Lautaro Martinez ke Barcelona.
- Marotta menyatakan Lautaro merupakan sosok sentral dan bagian penting dari sejarah klub saat ini.
- Inter membuka peluang investasi transfer pemain baru untuk memperkuat skuad secara selektif.
Suara.com - Inter Milan menutup peluang Lautaro Martinez meninggalkan klub di tengah ketertarikan Barcelona terhadap penyerang asal Argentina tersebut.
Presiden Inter Giuseppe Marotta menegaskan Lautaro merupakan bagian penting dari proyek klub dan sosok sentral di skuad Nerazzurri.
Marotta bahkan memastikan tidak ada kondisi yang memungkinkan kapten Inter itu meninggalkan Giuseppe Meazza.
Menurut dia, Lautaro memiliki posisi istimewa dalam sejarah Inter saat ini.
“Lautaro adalah kapten kami, dia mewakili sejarah Inter saat ini. Jadi saya bisa katakan dengan jelas bahwa sama sekali tidak ada kondisi yang memungkinkan dia meninggalkan Inter,” kata Marotta seperti dikutip TNT Sports.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal tegas bagi Barcelona yang dikabarkan memantau situasi Lautaro.
Inter tidak menunjukkan indikasi akan membuka pintu negosiasi untuk melepas penyerang berusia 28 tahun tersebut.
Di tengah sikap tegas mempertahankan Lautaro, Inter tetap membuka peluang memperkuat skuad pada bursa transfer.
Marotta mengatakan klub masih memantau sejumlah kemungkinan sebelum mengambil keputusan.
Baca Juga: Gavi Bikin Manchester United Gigit Jari, Red Devils Coba Rayu Carlos Baleba
“Semua itu dikoordinasikan melalui pembicaraan dengan pelatih,” ujar Marotta.
Menurut Marotta, keputusan mendatangkan pemain baru tidak akan dilakukan secara terburu-buru.
Inter hanya ingin merekrut pemain yang benar-benar dapat memberikan dampak terhadap kekuatan tim.
Pemilik Inter, kata Marotta, masih siap memberikan investasi tambahan apabila klub menemukan target yang sesuai kebutuhan.
Namun, pemain tersebut harus memiliki kualitas yang mampu meningkatkan level skuad secara signifikan.
Berita Terkait
-
Gavi Bikin Manchester United Gigit Jari, Red Devils Coba Rayu Carlos Baleba
-
7 Fakta Menarik Transfer Rodri ke Barcelona: Dari Reuni Juara Dunia hingga Ganti Nama Jersey
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona
-
Ungkap Terima Kasih ke Barca, Ferran Torres Mulai Babak Baru Bersama PSG
-
Meski Diincar Real Madrid, Rodri Pilih FC Barcelona untuk Wujudkan Mimpi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City
-
Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari
-
AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan
-
Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?
-
Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu
-
GP Al Washliyah Tolak Aksi AMPB di DPR: Jangan Klaim Wakili Seluruh Rakyat
-
5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan
-
Dilihat Langsung Prabowo dan Jokowi, Ini Besaran Mas Kawin Rizky Irmansyah untuk Chika Yenalovy
-
Malaysia dan Brunei Pakai Mekansime ASEAN Atasi Karhutla Kalimantan, Indonesia Gak Diajak?