Suara.com - Frank Lampard senang betul akhirnya Chelsea bisa mendapatkan Kai Havertz. Kendati demikian, ia tak langsung membebani dengan target berat, melainkan lebih dulu diberi waktu untuk adaptasi.
Chelsea sebelumnya sukses membeli Kai Havertz dari Bayer Leverkusen. Pemain 21 tahun itu didatangkan dengan mahar sebesar 71 juta pounds (Rp1,36 triliun) dan diikat kontrak selama lima tahun.
Kai Havertz tampil cemerlang selama berseragan Bayer Leverkusen di Bundesliga. Sang gelandang tercatat sudah mencetak 46 gol dan 31 assist dari 150 pertandingan.
Tahu betul soal potensi Kai Havertz, namun Lampard tak mau muluk-muluk di awal kariernya di Chelsea. Ia lebih memilih memberikan waktu untuk beradapatasi dengan tim dan menunjukkan potensi terbaiknya.
"Kemampuan dalam mencetak gol dan mengetahui wilayah-wilayah yang benar untuk dimasuki yang saat lihat dari Kai. Bisa menjadi insting amat alami tapi itu hal yang bisa ditempa, meningkat," kata Lampard dalam laman Chelsea.
"Kami juga harus memahami dia adalah bakat muda yang fantastis tetapi kami harus memberi dia waktu untuk nyaman, biarkan bakat-bakat itu muncul,'' imbuhnya.
"Jadi kami akan menunggu dia memberikan segala yang kami ingin dia berikan dalam hal gol dan assist serta semoga angka-angka itu bertambah, tapi kami juga harus memberi dia waktu," tandas Lampard.
Lampard mengaku tersemangati oleh keserbabisaan Havertz. Pelatih 42 tahun itu pun mengaku sangat beruntung bisa memiliki pemain sepertinya Havertz.
"Sungguh menyegarkan seorang manajer manakala Anda memiliki pemain yang masuk yang bisa bermain pada berbagai posisi dan juga menginginkan bermain di berbagai posisi," sambung Lampard.
Baca Juga: Gagal Diakuisisi Arab Saudi, Newcastle Perkarakan Otoritas Liga Inggris
"Dia memiliki talenta hebat dalam membawa bola, produktivitasnya cemerlang dalam hal menciptakan gol dan assist, dan secara fisik dia hebat dalam soal bagaimana dia bisa menjelajahi lapangan," pungkasnya.
Sementara itu, Chelsea kini tengah menyambut bergulirnya Liga Inggris musim 2020/2021. The Blues sendiri akan melawan Brighton & Hove Albion di pekan pembuka.
Berita Terkait
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Eksodus Bintang Anfield: Owen Sebut Liverpool Butuh 'Operasi' Besar usai Ditinggal Mohamed Salah
-
Dikaitkan dengan Chelsea, Felipe Luis Mulai Urus Lisensi UEFA Pro
-
Casemiro Berpotensi Gabung Inter Miami
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
Real Madrid Memanas! Federico Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku-hantam dengan Tchouameni
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
Persis Solo vs Persebaya di Stadion Manahan, Polisi Siaga Penuh
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Bek Borussia Dortmund Pilih Langkah Mengejutkan
-
Laga Hidup Mati Kontra Adhyaksa FC, Rahmad Darwan 'Bakar' Semangat Pemain Persipura
-
Sambut Piala Dunia 2026, Lay's Buat Euforia Nobar Makin Meriah
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia