Suara.com - PSSI melakukan 'blunder' mengenai pemberitaan naturalisasi gelandang Persija Jakarta, Marc Klok. Namun, PSSI tampaknya menyadari kesalahan tersebut dan langsung merivisinya.
Pada Senin (5/10/2020), kabar gembira datang dari Marc Klok. Setelah mandek cukup lama karena virus corona, proses naturalisasinya kini telah disetujui oleh Kemenkumham dan Komisi III DPR RI.
Setelah persetujuan itu, Marc Klok akan menjalani beberapa prosedur untuk bisa menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), salah satunya sumpah dan janji setia. Namun, PSSI melakukan 'blunder' dengan buru-buru menyebut Klok sudah resmi WNI.
Hal ini ditulis jelas dalam judul berita, yakni "Sah Jadi WNI, PSSI Berharap Marc Klok Tambah Kekuatan Timnas Indonesia". Kemudian, semakin dikuatkan dengan pernyataan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
"PSSI ikut senang Marck Klok telah sah menjadi warga negara Indonesia. Tentu ini hal yang positif bagi PSSI karena Klok bisa saja dipanggil memperkuat Timnas," kata Iwan Bule.
"Klok merupakan pemain hebat, dia sudah menunjukkan talentanya saat bermain di beberapa liga di Eropa, lalu PSM Makassar dan saat ini bermain di Persija Jakarta," imbuhnya.
Namun, artikel tersebut sudah direvisi PSSI. Judul diubah menjadi "Proses Naturalisasi Marc Klok Disetujui Pemerintah". Iwan Bule juga merivisi komentar dirinya.
"PSSI ikut senang Marc Klok selangkah lagi menjadi warga negara Indonesia. Tentu ini hal yang positif bagi PSSI karena Klok bisa saja dipanggil memperkuat timnas Indonesia," ujar Iwan Bule.
"Klok merupakan pemain hebat, dia sudah menunjukkan talentanya saat bermain di beberapa liga di Eropa, lalu PSM Makassar dan saat ini bermain di Persija Jakarta," tuturnya menambahkan.
Baca Juga: DPR Setujui Naturalisasi 4 Atlet, Menpora Harap Mereka Perkuat Timnas
Ada-ada saja ya, PSSI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Telin Perluas Jejak Ekosistem Digital Global Melalui Empat Kemitraan Strategis di BATIC 2026
-
Cinta Terlarang Berujung Teror: Karyawan SPPG di Tuban Peras Istri Orang Pakai Video Intim
-
Harga Emas Antam Anjlok Rp48.000, Kini Rp2,67 Juta per Gram
-
Desain Tak Lagi Milik Profesional, IM3 Buka AI dan Adobe Express untuk 15 Ribu Kreator hingga UMKM
-
Ruang Kelas Ambruk: Siswa SDN 3 Wonorejo Belajar di Bawah Tenda Darurat
-
Menhut Raja Juni Sebut Karhutla di Riau Terus Mengecil
-
Serum Viva Warna Biru untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, dan Review Pengguna
-
Jangan Asal Buka Kiriman Misterius! Review Paket Santet: Petaka Belanja Online Mistik yang Kejam
-
Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS
-
Kabut Asap Karhutla: Kualitas Udara 6 Daerah di Riau pada Level Tidak Sehat