Suara.com - Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane puas timnya bisa memenangi El Clasico dengan menundukkan Barcelona 3-1 di Camp Nou, Sabtu (25/10/2020), guna membungkam kritik yang berdatangan sebelum pertandingan digelar.
Dua kekalahan di kandang, satu dari tim promosi Cadiz pada pekan lalu dan lainnya kontra Shakhtar Donetsk kala memulai petualangan di Liga Champions, tak pelak membuat Zidane dan Real Madrid dihujani kritik, termasuk dari kalangan penggemarnya sendiri.
Oleh karena itu, ketika Luka Modric menuntaskan kemenangan 3-1 atas Barcelona yang disokong juga berkat gol cantik Federico Valverde serta eksekusi penalti Sergio Ramos, Zidane menyebutnya sebagai sebuah kemenangan tim.
"Saya sangat senang untuk para pemain. Ini kemenangan tim. Saya pikir kami memainkan penampilan sempurna," kata Zidane selepas laga dilansir laman resmi Real Madrid seperti dikutip Antara.
"Menang di sini tidaklah mudah, tetapi kami melakukan persiapan dengan baik," ujarnya menambahkan.
Zidane sempat mengutarakan kekhawatiran terkait kondisi kepercayaan diri timnya setelah dikalahkan oleh Shakhtar, namun lega ketika Real Madrid menjawab itu dengan penampilan cukup solid kontra Barcelona.
"Kami harus berpikir selaras sebagai sebuah tim, menumbuhkan kepercayaan diri lagi dan saya pikir ini laga yang tepat untuk itu," katanya.
"Memang kemenangan ini hanya menghasilkan tiga poin dan tidak berarti lebih. Tetapi, setelah kritik yang berdatangan sebelum pertandingan ini, kami harus tetap tenang dan menjaga kesatuan tim."
"Tampil sebagaimana mestinya, seperti yang kami perlihatkan di pertandingan ini," pungkas Zidane.
Baca Juga: Singgung El Clasico, Pep Guardiola Sebut Ronald Koeman Masih Butuh Belajar
Hasil itu sementara mengangkat Real Madrid kembali menduduki puncak klasemen dengan koleksi 13 poin sembari menanti hasil pertandingan tim-tim pesaing.
Real Madrid akan terlebih dulu melanjutkan penampilan di Liga Champions dengan bertandang ke Jerman menghadapi Borussia Moenchengladbach pada Selasa (27/10/2020), sebelum melakoni laga pekan kedelapan Liga Spanyol menjamu Huesca empat hari kemudian.
Berita Terkait
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang
-
Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United
-
Karim Adeyemi Tinggalkan Dortmund, Resmi Bergabung dengan Barcelona
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Manggala Agni Masih Padamkan Karhutla di Riau Seluas 100 Hektare Lebih
-
Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
-
Mandipping hingga Musik Klasik 24 Jam: Menyusuri Jejak Ayam Krispy McD di Padahanten Farm
-
3 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar pada 9 Agustus 2026
-
Kontradiksi Simbolik: Merayakan Kemerdekaan dengan Cara yang Masih Feodal
-
4 Shio yang Diprediksi Paling Hoki Hari Ini 9 Agustus 2026, Masa Sulit Berakhir
-
Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah