- Paylabs meluncurkan fitur Soundbox on App pada 24 September 2026 di Jakarta untuk membantu merchant memverifikasi transaksi QRIS.
- Fitur tersebut memberikan notifikasi suara instan tanpa perangkat tambahan guna mencegah risiko penipuan bukti pembayaran palsu.
- Bank Indonesia mencatat adopsi QRIS mencapai 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant pada Juni 2026.
Suara.com - Bagi penjual yang menerima pembayaran lewat QRIS, ada satu momen yang kadang bikin ragu: pelanggan bilang sudah membayar, tetapi notifikasi transaksi belum terlihat.
Situasi seperti ini cukup merepotkan, terutama ketika toko sedang ramai. Penjual harus mengecek kembali riwayat transaksi atau memastikan saldo benar-benar masuk. Sebab, tidak sedikit modus penipuan yang memanfaatkan situasi tersebut, misalnya dengan menunjukkan bukti pembayaran QRIS yang ternyata tidak sesuai dengan transaksi sebenarnya.
Karena itu, memastikan pembayaran benar-benar diterima menjadi bagian penting dalam transaksi digital. Penjual sebaiknya tidak hanya mengandalkan bukti pembayaran yang ditunjukkan pelanggan, tetapi melakukan verifikasi dari sistem penerimaan pembayaran yang digunakan.
Hal ini semakin relevan karena penggunaan QRIS terus meluas. Bank Indonesia mencatat hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen merchant tersebut merupakan pelaku UMKM.
Bagi UMKM, proses verifikasi yang cepat bukan hanya soal keamanan, tetapi juga berkaitan dengan kelancaran operasional. Ketika antrean panjang dan transaksi berlangsung cepat, penjual membutuhkan cara yang praktis untuk mengetahui apakah pembayaran sudah benar-benar berhasil.
Salah satu pendekatan yang mulai ditawarkan adalah notifikasi transaksi secara real-time. Dengan adanya pemberitahuan langsung ketika pembayaran berhasil, penjual tidak perlu terus-menerus meminta pelanggan menunjukkan bukti transaksi atau mengecek aplikasi secara manual.
Paylabs, misalnya, memperkenalkan Soundbox on App dalam ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta.
Fitur tersebut mengintegrasikan fungsi point-of-sale (POS) dengan notifikasi suara dalam satu aplikasi. Ketika transaksi QRIS berhasil, merchant dapat menerima konfirmasi secara langsung melalui notifikasi suara tanpa harus menggunakan perangkat soundbox tambahan.
Bagi penjual, fitur semacam ini dapat membantu membedakan antara klaim pembayaran dan transaksi yang memang sudah tercatat di sistem. Terlebih ketika toko sedang ramai dan penjual tidak selalu punya waktu untuk memeriksa satu per satu bukti pembayaran di layar ponsel.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Firlie Ganinduto mengatakan, semakin luas penggunaan pembayaran digital, semakin penting pula memastikan merchant memiliki cara untuk memverifikasi transaksi dengan cepat dan aman.
“Semakin luas adopsi pembayaran digital, semakin penting memastikan merchant dapat memverifikasi setiap transaksi dengan cepat dan aman. Inovasi seperti Soundbox on App menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjawab kebutuhan nyata merchant sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem pembayaran digital,” ujar Firlie di Jakarta, 24 September 2026.
Sementara itu, CEO Paylabs Bimo Adhiprabowo mengatakan pertumbuhan pembayaran digital perlu diikuti solusi yang dapat meningkatkan kepercayaan merchant ketika menerima transaksi.
“Bagi kami, inovasi bukan hanya tentang membuat pembayaran semakin mudah, tetapi juga memastikan pelaku usaha memiliki solusi yang dapat membantu mereka memverifikasi transaksi secara lebih cepat dan praktis,” kata Bimo.
Pada akhirnya, bagi penjual, keamanan transaksi QRIS tidak berhenti pada tersedianya kode QR di meja kasir. Yang tak kalah penting adalah memastikan setiap pembayaran benar-benar masuk sebelum barang diserahkan atau transaksi dianggap selesai.
Dengan semakin banyaknya pelanggan yang memilih pembayaran digital, kebiasaan melakukan verifikasi transaksi menjadi langkah sederhana yang bisa membantu penjual, khususnya UMKM, terhindar dari kerugian akibat pembayaran yang tidak benar-benar diterima.