Suara.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memohon kepada Kapolri Idham Aziz untuk bisa segera mengeluarkan izin kompetisi. Iriawan mendapat curhatan dari pelatih dan pemain bagaimana sulitnya mereka disaat tak ada kompetisi.
Kompetisi memang sudah dijadwalkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator bergulir pada Februari 2021. Akan tetapi, sampai dengan saat ini Polri belum ada tanda-tanda menerbitkan izin penyelanggaraan Liga 1 dan 2 2020.
Semula kompetisi dijadwalkan kick off pada Oktober lalu. Namun, tidak bisa dilakukan karena Polri tidak mengeluarkan izin dengan pertimbangan masih tinggi angka penyebaran virus corona di Tanah Air.
Sempat ada angin segera Liga 1 dan 2 bisa terselenggara pada November 2020. Namun, lagi-lagi Polri tak memberikan izin dengan pertimbangan serupa, ditambah sedang fokus mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada akhir tahun ini.
Iriawan menjelaskan pihaknya sudah mengirimi surat kepada Kapolri terkait permohonan izin penyelengaraan kompetisi. Namun, sejauh ini masih belum ada jawaban.
"Kita sudah kirim surat ke kapolri dan belum tahu jawabannya gimana, bisa tanya ke beliau," kata Iriawan saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, Minggu (15/11/2020) malam.
"Kami berharap dan memohon sekali karena kasihan para pelatih dan pemain sudah curhat ke saya. Jadi kita sudah maksimal dan sekarang tinggal Polri saja," tambah lelaki yang akrab disapa Iwan Bule itu.
Iriawan sedikit menceritakan kondisi klub, pemain, dan pelatih disaat kompetisi tidak berjalan. Di mana pemasukan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari jauh berkurang.
"Saya memohon kepada pihak kepolisian secara hormat tolong melihat pemain dan pelatih yang susah sekali. Klub juga teriak ke kita karena klub lama-lama bisa hancur," pungkasnya.
Baca Juga: Ketum PSSI Berharap Seluruh Tim Liga 1 Bisa Ikut IFeL Tahun Depan
Sebagai informasi, kompetisi sudah berhenti sejak Maret 2020 karena pandemi COVID-19. Klub yang tidak mendapat pemasukan terpaksa harus memangkas gaji pelatih dan pemain.
Berita Terkait
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
Usai Kapolri Temui Jaksa Agung, Giliran Kajati dan Kapolda Pamer Soliditas
-
Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor