Kekhasan Diego Maradona di Lapangan
Diego dapat menghadapi permainan fisik yang keras. Fisiknya yang kekar cukup dapat diandalkan. Meskipun tubuhnya pendek, dia dapat memungkinkan dirinya melakukan sprint cepat sambil men-driblle bola.
Maradona memiliki kecerdasan dalam berstrategi, dia adalah pengatur serangan dan seorang pemain yang bermain untuk timnya. Dia memiliki skill tinggi dalam penguasaan bola. Kahlian ini yang membuatnya mudah melewati para penjaga di lapangan.
Kecepatan dan keahlian Maradona dalam kontrol bola ini terlihat ketika dia memasukkan gol saat bertanding melawan Inggris dalam Piala Dunia 1986 di Meksiko. Beberapa gerakan trademark Diego ialah melakukan sprint di daerah sayap dan kemudian mengirimkan umpan tarik kepada rekan setimnya.
Lainnya adalah tendangan Rabona yang menyilangkan kaki berlawanan di belakang kaki yang menguasai bola untuk menendang bola. Dia juga dikenal sebagai pengambil tendangan bebas yang akurat dan mematikan.
Ketika bermain, Diego paling sering menggunakan kaki kirinya. Jika bola berada di sebelah kanannya, dia akan mengubahnya sesuai dengan posisi yang membuatnya nyaman untuk bermain. Gol ketika melawan Belgia dalam Piala Dunia 1986 memperlihatkan keunikan hal itu. Golnya melawan Inggris dalam piala dunia yang sama juga menunjukkan hal tersebut, Diego menggunakan kaki kirinya ketika melewati pamain-pemain Inggris.
Pascakarier
Tahun 2000 Diego Maradona meluncurkan otobiografi berjudul Yo Soy El Diego (Sayalah Diego). Buku inilangsung menjadi best seller di Argentina. Diego Maradona mempersembahkan sebagian royalti penjualan buku ini kepada "rakyat Kuba dan Fidel".
Tahun 2001 organisasi Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengusulkan kepada FIFA untuk mempensiunkan nomor punggung 10 sebagai bentuk penghormatan kepada Maradona. FIFA tidak mengizinkan hal tersebut.
Baca Juga: Diego Maradona Meninggal Dunia, Intip Jejak Karier Sang Legenda Sepakbola
Penghargaan kepada Diego Maradona juga terlihat di negaranya, Argentinos Juniors menamai stadion mereka Stadion Maradona pada tahun 2003. Pada tahun 2004, Diego hampir meninggal dunia akibat serangan jantung karena overdosis kokain.
Diego juga melakukan operasi perut pada Maret 2005 untuk mengurangi berat badannya. Pada Agustus 2005, ia memulai karier baru sebagai pemandu acara talk show La Noche del 10 (Acara malam si nomor 10).
Pada 2008, Diego Maradona secara mengejutkan terpilih menjadi pelatih kepala Argentina. Pada debutnya sebagai pelatih baru tim Tango, Diego berhasil membawa timnya menang Skotlandia 1 - 0 di Glasgow, Skotlandia. Diego Maradona sempat menunjuk Javier Mascherano, gelandang Barcelona sebagai kapten baru timnas.
Dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Diego Maradona membuat Argentina sampai babak perempat final. Pada babak itu, Argentina dikalahkan oleh Jerman dengan skor telak 4-0. Setelah itu, Diego Maradona dipecat dari tim, terjadi pada bulan Juli 2010.
Prestasi Diego Maradona Tingkat Klub
Argentina Boca Juniors
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Daftar Pemain, Statistik, Jadwal Pertandingan
-
Timnas Indonesia Siapkan Senjata Rahasia, Jepang hingga Qatar Bisa Kaget di Piala Asia 2027!
-
4 Fakta Penting Sebulan Jelang Kick Off Piala Dunia 2026
-
Isyarat Ancelotti Jadikan Neymar Jimat Ruang Ganti Brasil di Piala Dunia 2026
-
Sebulan Jelang Piala Dunia 2026, Timnas Paling Dijagokan Juara Berdasarkan Analisa Ahli
-
Kritik Tajam Pep Guardiola Jelang Man City vs Crystal Palace: Saya Sama Sekali Tak Percaya VAR!
-
Marc Guehi Tegaskan Peluang Juara Manchester City Ada di Tangan Sendiri
-
Cristian Chivu Minta Inter Milan Fokus Hadapi Lazio di Final Piala Italia
-
Belum Puas Juara, Hansi Flick Targetkan Barcelona Raih 100 Poin
-
Profil Timnas Ghana: Wakil Afrika yang Nyaris Bikin Sejarah di Piala Dunia