Suara.com - Manajer Chelsea, Frank Lampard mengakui bahwa timnnya masih belum menemukan pengganti setara Eden Hazard di musim panas 2020 lalu, meski menghabiskan hampir 220 juta pounds (sekira Rp 4,12 triliun) di bursa transfer.
Sejak Hazard hijrah ke Real Madrid pada musim panas 2019, Chelsea telah merekrut sejumlah talenta lini serang macam Christian Pulisic, Hakim Ziyech, Kai Havertz, hingga Timo Werner.
Hazard sendiri memang menjelma menjadi pemain kelas dunia saat membela panji Chelsea selama tujuh musim, dengan torehan 110 gol dan 92 assist.
Lampard percaya bahwa terlepas dari dana masif yang telah dikeluarkan Chelsea, kualitas Hazard sulit untuk digantikan oleh satu pemain.
"Saya pikir sangat sulit untuk menggantikan pemain dengan kualitas Eden Hazard. Pemain-pemain kami bagus, tapi mereka saat ini belum mencapai level Eden ketika berbaju Chelsea," celoteh Lampard laga kandang timnya melawan Tottenham, dalam lanjutan Liga Inggris 2020/2021 yang akan dihelat Minggu (29/11/2020) malam ini pukul 23.30 WIB.
"Impak Eden di klub sangat besar dan saya telah berbicara banyak tentang Harry Kane (penyerang andalan Tottenham), impaknya serupa dengan Eden dalam hal kontribusi gol dan assist. Untuk kehilangan pemain seperti itu, Anda harus mencoba dan menemukan jalan keluarnya."
"Dengan larangan transfer tahun lalu, lebih banyak tentang pemain lebih muda yang masuk skuat. Kami menjadi tim yang efisien untuk setidaknya tetap di tempat kami berada dan melihat lebih jauh ke depan dalam segi peningkatan. Saya pikir kami membuat langkah bagus, kami menjadi lebih kolektif, tidak hanya bergantung pada 1-2 pemain."
"Dengan para pemain baru yang kami miliki sekarang, saya benci memberi mereka pekerjaan atau gagasan bahwa mereka harus menggantikan Eden. Mereka harus fokus pada diri mereka sendiri dan tanpa diragukan lagi, mereka telah membawa bakat ke dalam skuat."
"Saya ingat tahun pertama atau kedua Eden di Chelsea. Jelas sudah terlihat bahwa ia akan menjadi pemain yang luar biasa, namun ia juga tetap membutuhkan waktu untuk menjadi pemain hebat yang kita semua sekarang kenal dan cintai sebagai fans Chelsea," tutup pelatih berusia 42 tahun asal Inggris itu.
Baca Juga: Guardiola Sebut Pemain Kehilangan Kegembiraan meski City Gasak Burnley 5-0
Berita Terkait
-
Alami Kolaps, Mantan Pemain Chelsea Meninggal Dunia di Lapangan
-
Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City
-
Berharap Seri, Hull City Justru Bikin MU Kalah dan Putus Rekor 52 Tahun
-
Malam Ini! Arsenal vs Manchester City di Community Shield, Siapa Lebih Unggul?
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU
-
Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya
-
Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia
-
Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?
-
Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe
-
4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil
-
Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?
-
Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung
-
Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik
-
Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO