Suara.com - Persebaya Surabaya kembali ditinggalkan pemain asingnya. Setelah David Da Silva, kini giliran Makan Konate yang memutuskan hengkang dari klub kebanggaan masyarakat Surabaya tersebut.
Konate mengaku berat meninggalkan Persebaya. Namun, dikarenakan Liga 1 2020/2021 tidak jelas kapan bergulir, gelandang asal Mali tersebut memutuskan untuk hengkang karena sudah tidak kuat lagi menunggu.
"Selama delapan bulan saya di Indonesia. Tidak ada kabar soal kompetisi sampai saat ini. Saya tidak bisa lebih lama lagi menunggu," kata Konate dilansir laman resmi klub.
"Jujur, keputusan ini sulit. Saya sudah telanjur menjanjikan trofi juara kepada Persebaya. Tetapi, situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Saya harus lanjutkan perjalanan. Insya Allah suatu saat saya kembali," lanjutnya.
Tak lupa, Konate turut mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf apabila selama delapan bulan memperkuat Persebaya ada kesalahan-kesalahan yang kurang pas di hati manajemen, pelatih, rekan setim, hingga suporter.
"Pada tim pelatih, rekan-rekan pemain, saya sampaikan terima kasih atas kebersamaan selama ini," ujar Konate.
"Saya mohon maaf harus meninggalkan tim yang begitu kuat ikatan kekeluargaan dan persaudaraan. Saya pasti ingat, dan tak akan lupa. Begitu juga dengan manajemen dan bonek," tuturnya menutup.
Pergi dari Persebaya, Konate dirumorkan akan melanjutkan karier di Liga Malaysia. Ia gencar dikaitkan dengan Terengganu FC yang bakal tampil di AFC Cup 2021.
Baca Juga: Elkan Baggott Absen dalam TC Timnas Indonesia U-19 di Spanyol?
Berita Terkait
-
Liga 1 Belum Jelas, Adam Mitter Resmi Tinggalkan Persiraja Banda Aceh
-
PSSI Tentukan Wakil Indonesia di Piala AFC 2021 Pekan Depan
-
Pantau Kebugaran, Persib Bekali Pemain Alat Deteksi Jantung
-
Klub Lain Meliburkan Diri, Skuat Persipura Tetap Latihan Secara Grup
-
Kenang Momentum Juara 2018, Bepe: Persija Terbaik di Indonesia
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam