Suara.com - Plt. Sekjen PSSI Yunus Nusi mengungkapkan awal 2021 pihaknya akan menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) membahas perencanaan setelah batalnya Piala Dunia U-2021. Termasuk di dalamnya juga akan dibahas tim nasional yang akan bertanding.
Seperti diketahui, FIFA menunda gelaran Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia dan Piala Dunia U-17 2021 di Peru. Kedua negara ini akan tetap menjadi tuan rumah pada gelaran Piala Dunia edisi 2023.
Bisa dikatakan, persiapan yang dilakukan Timnas Indonesia U-19 saat ini menatap event tersebut sia-sia. Pasalnya, sebagian besar pemain yang disiapkan saat ini tak lagi bisa tampil di Piala Dunia U-20 2023 karena faktor usia.
Menanggapi hal ini, PSSI akan merancang program yang baru. Kemungkinan, pemain Timnas Indonesia U-16 asuhan Bima Sakti berpeluang besar tampil di Piala Dunia nanti.
"Setelah tahun baru ketum (Mochamad Iriawan) telah menyampaikan ke kita untuk undang Exco ke Bali untuk membuat program persiapan di tahun yang akan datang ketika ada perubahan jadwal Piala Dunia," kata Yunus Nusi saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (26/12/2020).
Soal pemain tim nasional yang akan turun di ajang Piala Dunia, PSSI menyerahkan sepenuhnya kepada Pelatih Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu yang akan menentukan bagaimana cara menjaring pemain.
"Nanti akan ada pemain Kelahiran 2003, 2004 bisa juga 2005. Nanti kita lihat Shin Tae-yong seperti apa kira-kira pola yang ia lakukan untuk seleksinya," jelasnya.
"Kan karena di skuat Bima Sakti itu kelahiran 2004 jadi bisa juga. Mereka ada juga ada yang 2005," pungkas lelaki yang juga amggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI tersebut.
Timnas Indonesia U-19 asuhan Shin Tae-yong saat ini hanya tinggal menyisakan satu agenda. Yakni Piala Asia U-19 2020 yang dijadwalkan bergulir pada Maret 2021.
Baca Juga: PSSI: Tiga Pemain Timnas U-19 Berpeluang Tampil di Piala Dunia U-20 2023
Berita Terkait
-
Mauro Zijlstra Terdepak dari Skuad Persija, Arema FC Jadi Kesempatan Kedua
-
Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar
-
Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia
-
Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah
-
Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa
-
Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II
-
Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi
-
Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam
-
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi