-
Hokky Caraka mengungkapkan Shin Tae-yong sangat terbuka diajak berdebat mengenai taktik tim.
-
Keberanian Hokky menyampaikan pendapat merupakan hasil gemblengan program Garuda Select di Inggris.
-
Diskusi langsung antara pemain dan pelatih terbukti menjaga keharmonisan serta kualitas strategi tim.
Suara.com - Shin Tae-yong selama ini dikenal sebagai pelatih dengan karakter tegas dan keras. Namun, penilaian tersebut ternyata tidak sepenuhnya menggambarkan pengalaman Hokky Caraka saat bekerja di bawah arahan mantan pelatih Timnas Indonesia itu.
Penyerang Persita Tangerang tersebut justru mengungkap sisi berbeda dari Shin Tae-yong. Menurut Hokky, pelatih asal Korea Selatan itu tetap memberikan kesempatan kepada pemain untuk menyampaikan pendapat, termasuk ketika terdapat perbedaan pandangan mengenai taktik.
Hokky bahkan menyebut Shin Tae-yong bisa diajak berdebat mengenai strategi permainan. Hal itu ia alami ketika mengikuti pertemuan tim selama berada di bawah kepemimpinan Shin.
"Saat di timnas sama coach Shin Tae-yong iya, saat di meeting, bisa dikonfrontasi, bisa," kata dia.
Pengalaman tersebut membuat Hokky memiliki pandangan tersendiri mengenai gaya komunikasi Shin Tae-yong. Ia menilai komunikasi antara pemain dan pelatih tetap dapat berlangsung secara terbuka selama dilakukan dalam forum yang tepat.
Kebiasaan menyampaikan pendapat secara langsung sebenarnya sudah dikenalkan kepada Hokky ketika dirinya mengikuti program Garuda Select di Inggris. Saat itu, ia mendapat pembelajaran dari Dennis Wise dan Des Walker mengenai pentingnya keterbukaan dalam sebuah tim.
Menurut Hokky, pemain yang tidak sepakat dengan keputusan atau strategi pelatih sebaiknya menyampaikan keberatannya secara langsung. Cara tersebut dianggap lebih baik daripada membicarakannya di belakang yang justru berpotensi mengganggu suasana tim.
"Dari Inggris, karena Dennis Wise dan Des Walker, kalau tidak setuju mending kamu omongin, jangan di belakang karena bisa rusak skema tim. Soalnya kultur Eropa ada yang tidak suka pasti dibilangin, to the point, bagaimana enaknya diomongin," kata Hokky Caraka dikutip dari Sport 77.
Pola komunikasi tersebut kemudian terbawa ketika Hokky bergabung dengan Timnas Indonesia. Ia merasa memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan ketika terdapat hal yang tidak sesuai dengan pemikirannya.
Baca Juga: Shin Tae-yong Puas Persija Kalahkan Police Tero, tapi Ada Satu Masalah yang Masih Mengganjal
Bagi Hokky, perbedaan pendapat mengenai strategi bukan berarti pemain tidak menghormati pelatih. Justru diskusi secara langsung dapat menjadi bagian dari upaya mencari solusi terbaik bagi kebutuhan tim.
Pengakuan Hokky sekaligus memberikan perspektif berbeda mengenai karakter Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu memang dikenal memiliki pendekatan disiplin dan tegas, tetapi menurut pengalaman Hokky, komunikasi dua arah tetap memungkinkan.
Shin Tae-yong sendiri pernah menjadi sosok penting dalam perjalanan Hokky di level Timnas Indonesia. Karena itu, pengalaman penyerang Persita tersebut memberikan gambaran langsung mengenai bagaimana komunikasi berlangsung di dalam ruang pertemuan tim.
Pada akhirnya, Hokky menilai pemain tidak harus selalu menerima setiap instruksi tanpa menyampaikan pandangan. Selama disampaikan secara langsung dan bertujuan untuk kepentingan tim, perbedaan pendapat mengenai taktik masih bisa dibicarakan bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel
-
Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik
-
The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia
-
Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen
-
Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan
-
Harta Dua Wakil Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK, Punya Aerox hingga Pajero Sport
-
Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api
-
Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta, Diterima di 44,68 Merchant