Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:36 WIB
Striker Timnas Indonesia U-23, Hokky Caraka, dalam laga melawan Korea Selatan. (Dok. PSSI)
Baca 10 detik
  • Hokky Caraka mengungkapkan Shin Tae-yong sangat terbuka diajak berdebat mengenai taktik tim.

  • Keberanian Hokky menyampaikan pendapat merupakan hasil gemblengan program Garuda Select di Inggris.

  • Diskusi langsung antara pemain dan pelatih terbukti menjaga keharmonisan serta kualitas strategi tim.

Suara.com - Shin Tae-yong selama ini dikenal sebagai pelatih dengan karakter tegas dan keras. Namun, penilaian tersebut ternyata tidak sepenuhnya menggambarkan pengalaman Hokky Caraka saat bekerja di bawah arahan mantan pelatih Timnas Indonesia itu.

Penyerang Persita Tangerang tersebut justru mengungkap sisi berbeda dari Shin Tae-yong. Menurut Hokky, pelatih asal Korea Selatan itu tetap memberikan kesempatan kepada pemain untuk menyampaikan pendapat, termasuk ketika terdapat perbedaan pandangan mengenai taktik.

Hokky bahkan menyebut Shin Tae-yong bisa diajak berdebat mengenai strategi permainan. Hal itu ia alami ketika mengikuti pertemuan tim selama berada di bawah kepemimpinan Shin.

Hokky Caraka. (Instagram/hokkycaraka_)

"Saat di timnas sama coach Shin Tae-yong iya, saat di meeting, bisa dikonfrontasi, bisa," kata dia.

Pengalaman tersebut membuat Hokky memiliki pandangan tersendiri mengenai gaya komunikasi Shin Tae-yong. Ia menilai komunikasi antara pemain dan pelatih tetap dapat berlangsung secara terbuka selama dilakukan dalam forum yang tepat.

Kebiasaan menyampaikan pendapat secara langsung sebenarnya sudah dikenalkan kepada Hokky ketika dirinya mengikuti program Garuda Select di Inggris. Saat itu, ia mendapat pembelajaran dari Dennis Wise dan Des Walker mengenai pentingnya keterbukaan dalam sebuah tim.

Menurut Hokky, pemain yang tidak sepakat dengan keputusan atau strategi pelatih sebaiknya menyampaikan keberatannya secara langsung. Cara tersebut dianggap lebih baik daripada membicarakannya di belakang yang justru berpotensi mengganggu suasana tim.

"Dari Inggris, karena Dennis Wise dan Des Walker, kalau tidak setuju mending kamu omongin, jangan di belakang karena bisa rusak skema tim. Soalnya kultur Eropa ada yang tidak suka pasti dibilangin, to the point, bagaimana enaknya diomongin," kata Hokky Caraka dikutip dari Sport 77.

Pola komunikasi tersebut kemudian terbawa ketika Hokky bergabung dengan Timnas Indonesia. Ia merasa memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan ketika terdapat hal yang tidak sesuai dengan pemikirannya.

Baca Juga: Shin Tae-yong Puas Persija Kalahkan Police Tero, tapi Ada Satu Masalah yang Masih Mengganjal

Bagi Hokky, perbedaan pendapat mengenai strategi bukan berarti pemain tidak menghormati pelatih. Justru diskusi secara langsung dapat menjadi bagian dari upaya mencari solusi terbaik bagi kebutuhan tim.

Pengakuan Hokky sekaligus memberikan perspektif berbeda mengenai karakter Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu memang dikenal memiliki pendekatan disiplin dan tegas, tetapi menurut pengalaman Hokky, komunikasi dua arah tetap memungkinkan.

Shin Tae-yong sendiri pernah menjadi sosok penting dalam perjalanan Hokky di level Timnas Indonesia. Karena itu, pengalaman penyerang Persita tersebut memberikan gambaran langsung mengenai bagaimana komunikasi berlangsung di dalam ruang pertemuan tim.

Pada akhirnya, Hokky menilai pemain tidak harus selalu menerima setiap instruksi tanpa menyampaikan pandangan. Selama disampaikan secara langsung dan bertujuan untuk kepentingan tim, perbedaan pendapat mengenai taktik masih bisa dibicarakan bersama.

Load More