Suara.com - Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic menganggap carut marut terkait penyelenggaraan kompetisi sepakbola Indonesia belakangan ini layaknya sebuah bencana.
Kompetisi sepakbola Tanah Air, khususnya Liga 1 2020 sudah resmi dihentikan PSSI. Induk sepakbola Indonesia itu kini tengah mempersiapkan untuk menggelar musim baru.
Meski demikian, belum bisa dipastikan kapan Liga 1 2021 bisa bergulir. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memproyeksikan kompetisi sepakbola kasta teratas Indonesia itu bergulir Maret 2021, tetapi hingga kini izin keramaian dari Polri belum juga didapat.
Kondisi itu membuat Marko Simic gerah. Pemain asal Kroasia itu angkat bicara lewat akun instagram miliknya, @markosimic_77, dan mengeluhkan dirinya sudah sangat ingin kembali merumput.
Di tengah ketidakpastian kapan kompetisi musim baru bergulir, Simic mempekirakan Liga 1 2021 baru akan berlangsung pada Juni, dan hal itu dirasa terlalu lama.
"Tanpa sepakbola, tidak ada kehidupan! Sepakbola adalah hasrat saya, makanan saya, cinta saya, agama saya! Periode bencana, Juni masih terlalu lama,” tulis Simic di Instagramnya.
Simic sebelumnya telah mengutarakan keinginannya agar manajemen Persija merelakan dirinya dipinjamkan ke klub lain, baik Asia maupun Eropa, apabila kompetisi tak kunjung bergulir dalam waktu dekat.
PSSI sebelumnya telah mengambil keputusan untuk membatalkan kompetisi sepakbola profesional musim 2020, termasuk Liga 1.
Keputusan itu keluar setelah PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) pada Rabu (20/1/2021).
Baca Juga: Persiraja Minta PSSI Buat Prokes Baru Sebelum Tentukan Jadwal Liga 1 2021
Ada beberapa keputusan lain yang dikeluarkan PSSI dalam rapat itu, selain menghentikan kompetisi 2020. Seperti tidak ada juara dan degradasi untuk musim 2020.
Lalu, peserta kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021 adalah peserta musim 2020. Keempat, kontrak pemain diatur oleh klub mengacu kepada aturan keadaan kahar di dalam kontrak masing-masing klub.
Meski sudah ada keputusan bakal menggelar musim baru, belum ada kepastian kapan Liga 1 dan 2 2021 berlangsung termasuk regulasi seperti apa yang akan dipakai.
Tag
Berita Terkait
-
Liga 1 2020 Resmi Batal, Persib Minta Petunjuk PSSI dan PT LIB
-
Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Putri, Rudy Eka Siapkan Program
-
Pakai Ventilator, Eks Persija Ucap Kalimat Syahadat dan Minta Maaf
-
Soal Dampak Buruk Pembatalan Liga 1 2020, Persib Minta Petunjuk PSSI
-
Jadi Pelatih Timnas Putri, Rudy Eka Mulai Siapkan Kerangka Tim
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
-
Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya
-
Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis
-
4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
-
Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah
-
Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau