Persib Bandung sukses menang 4-2 atas Bhayangkara FC meski sempat tertinggal dua gol.
Kemenangan ini membawa Maung Bandung kokoh di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026.
Bojan Hodak memuji mentalitas pemain yang tidak panik saat menghadapi tekanan lawan di Lampung.
Suara.com - Persib Bandung menunjukkan mentalitas juara saat membalikkan keadaan untuk mengandaskan perlawanan sengit Bhayangkara FC di Lampung.
Kemenangan dramatis ini memastikan Maung Bandung tetap bertengger di posisi teratas klasemen sementara Super League 2025/2026.
Skuad asuhan Bojan Hodak berhasil mengejar defisit dua gol sebelum akhirnya menutup laga dengan skor meyakinkan 4-2.
Tambahan tiga poin ini membuat Persib kini mengoleksi 69 poin atau setara dengan raihan angka Borneo FC.
Namun keunggulan rekor pertemuan membuat Marc Klok dan kawan-kawan berhak atas singgasana tertinggi kompetisi sepak bola tanah air.
Bojan Hodak mengakui anak asuhnya sempat kehilangan fokus sehingga membiarkan lawan mencetak dua angka lebih dulu.
Lini pertahanan Persib terlihat rapuh saat mengantisipasi transisi cepat yang diperagakan para pemain Bhayangkara FC di awal laga.
"Kami memulai pertandingan dengan tidak bagus. Kami sudah jelaskan ke pemain jangan memberi lawan ruang serangan balik, akhirnya tercipta dua gol cepat," kata Hodak.
Meski tertinggal sejak menit awal para penggawa Pangeran Biru tetap mampu menciptakan banyak peluang berbahaya di depan gawang.
Baca Juga: Bhayangkara FC vs Persib: Bojan Hodak Ungkap Pernah Incar Doumbia dan Sidibe
Pelatih asal Kroasia tersebut mencatat setidaknya ada tiga momentum emas yang seharusnya bisa berbuah gol pada paruh pertama.
Instruksi di ruang ganti saat jeda antarpabak menjadi titik balik performa impresif Persib Bandung di lapangan hijau.
"Banyak peluang kami ciptakan. Sekurangnya ada tiga peluang yang bisa menjadi gol pada babak pertama. Babak kedua kamu mulai bagus. Pemain mengerti apa yang harus dilakukan," jelasnya.
Efektivitas penyelesaian akhir meningkat tajam sehingga tim tamu mampu menyamakan skor sebelum berbalik unggul dominan.
Kematangan strategi menjadi faktor kunci di mana para pemain tidak menunjukkan kepanikan meski berada di bawah tekanan.
Motivasi untuk mempertahankan harga diri di puncak klasemen memicu ledakan performa para pemain menyerang Persib Bandung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga