Suara.com - Bek Timnas Indonesia U-19 Muhammad Fadhil Adhitya mengatakan jika dirinya belum 'nyetel' dengan permainan skuat Merah Putih, dan itulah alasan manajer sekaligus pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong tidak menurunkannya di laga uji coba ketika mengikuti pemusatan latihan atau training camp (TC) di Kroasia.
Timnas Indonesia U-19 menjalani TC di Kroasia pada akhir Agustus 2020. Armada Shin Tae-yong berada di sana hingga 26 Oktober 2020.
Timnas Indonesia U-19 melakoni 11 kali uji coba selama berada di Kroasia. Ketika itu Timnas meraih lima kemenangan, tiga hasil imbang dan tiga kali tumbang.
Dari 11 laga uji coba, Fadhil tidak diturunkan, bahkan sebagai pengganti. Wonderkid Semen Padang ini mengaku masih kurang pede sehingga dianggap Shin Tae-yong masih belum siap.
"Waktu di Kroasia yang pertama itu saya masih kurang pede dan pelatih juga bilang ke saya 'kayanya Fadil belum siap'. Jadi ya momen diturunkannya belum pas saja," kata Fadhil dikutip dari kanal YouTube Semen Padang.
Ia membantah bahwa mempunyai masalah dengan pelatih. Fadhil mengatakan memang penampilannya saja belum maksimal, sehingga belum dapat kepercayaan Shin Tae-yong.
"Namanya juga permainan, usia masih muda pasti ada saja naik turunnya. Cuma waktu di Kroasia memang mungkin belum rejekinya saja," jelasnya.
Meski begitu, Fadhil bisa dibilang pemain kesayangan Shin Tae-yong. Setelah TC di Kroasia selesai, sang pemain kembali dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan di Jakarta.
Bahkan, Fadhil dibawa untuk mengikuti TC ke Spanyol pada 26 Desember 2020-13 Januari 2021. Ia merasa bersyukur juru taktik asal Korea Selatan tersebut masih memberinya kepercayaan.
Baca Juga: Diincar Timnas U-23, Khuwailid Pernah Bikin Gol Cantik dari Tengah Lapangan
"Alhamdulillah masih diberi kepercayaan oleh pelatih dibawa ke Kroasia dan Spanyol. Pastinya bangga dan harus bersyukur dikasih kesempatan masuk ke tim nasional," pungkasnya.
TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia dan Spanyol pada awalnya disiapkan untuk menghadapi Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021. Namun, dua event tersebut dibatalkan karena pandemi COVID-19.
Berita Terkait
-
John Herdman Lebih Baik Dibanding Shin Tae-yong di Debut Piala AFF
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Persebaya Pecundangi Persija, Bernardo Tavares Bongkar Kunci Sukses Patahkan Taktik Shin Tae-yong
-
Persija Tumbang dari Persebaya, Shin Tae-yong Blak-blakan Soal Kelemahan Macan Kemayoran
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung