Suara.com - Di tengah ketidakpastian kompetisi sepakbola Indonesia, Madura United resmi memperpanjang kontrak penyerang gaeknya, Alberto Goncalves untuk Liga 1 2021.
Beto, sapaan akrab Alberto Goncalves menjadi satu dari 28 pemain yang menyatakan tetap berkomitmen untuk memperkuat tim berjuluk Laskar Sape Kerap tersebut.
"Penandatanganan dengan Beto telah dilakukan kemarin," kata Media Officer klub Madura United Tabri Syaifullah Munir dikutip dari Antara, Minggu (14/2/2021).
Tabri menuturkan, dari 28 pemain yang menyatakan tetap ingin bergabung dengan Madura United untuk musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2021 ini, memang baru "Beto" yang menandatangani kontrak dengan pihak manajemen, sedangkan pemain lainnya, menyusul.
Kontrak pemain ini dilakukan, karena PSSI memberikan sinyal, bahwa kompetisi Liga 1 Indonesia 2021 hendak digelar.
Beto mengaku senang bergabung dengan klub sepak bola yang menjadi kebanggaan masyarakat di Pulau Garam itu, karena beberapa pertimbangan.
Selain klub ini memang disiplin dalam hal pembayaran gaji pemain, mantan pemain Arema FC ini juga mengaku di internal klub tercipta suasana kekeluargaan yang kuat.
"Saya suka di Madura United. Walaupun nilainya tidak sebesar musim lalu, tapi saya terima, karena situasinya memang sedang tidak normal. Saya rasa semua pemain Madura United juga sama," kata Beto.
Mantan pemain Timnas Indonesia itu berharap kompetisi Liga 1 Indonesia 2021 segera bergulir.
Baca Juga: Duel Persija, Persib, Arema dan Persebaya Masuk Catatan Khusus Liga 1 2021
"Semoga kompetisi ini segera berputar, karena kontrak ini baru efektif berlaku jika PSSI dan pemerintah sudah mengizinkan," ujar Beto.
Sejauh ini pihak kepolisian memang belum menerbitkan izin terkait rencana bergulirnya kompetisi Liga 1 Indonesia 2021.
Akan tetapi sinyal baik akan digelarnya kompetisi setelah rapat koordinasi yang melibatkan Kemenpora RI, PSSI, PT LIB, dan Polri digelar pada 10 Februari 2021.
Polri masih mengkaji paparan yang disampaikan PSSI dan PT LIB tentang pelaksanaan kompetisi di tengah pandemi COVID-19 setelah pertemuan di Kantor Kemenpora tersebut.
Berita Terkait
-
Ini yang Bikin Polisi Was-was jika Liga 1 Digelar Kembali
-
Kota Solo Batal Jadi Pembuka Liga 1 Jika Hal Ini Terjadi
-
PT LIB Ungkap Apa yang Masih Kurang dari Prokes Liga 1
-
Lima Pemain Dilepas Borneo FC, Nuriddin Davronov Dipinjamkan ke FC Istiklol
-
Liga Tak Bergulir, Shin Tae-yong Akui Fisik Pemain Timnas Anjlok
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus