Amanda Lear Tuding Miley Cyrus Jiplak Lagu The Sphinx Dalam Album Terbaru

Selasa, 22 September 2026 | 13:13 WIB
Amanda Lear menuding lagu baru Miley Cyrus berjudul Redlights menjiplak lagunya yang dirilis pada 1978. (CNA)
BACA 10 DETIK
  • Amanda Lear menuding lagu Redlights milik Miley Cyrus menjiplak lagunya, The Sphinx.

  • Label rekaman Universal menuntut pengakuan hak cipta meski Lear tidak mengancam gugatan hukum.

  • Album baru Miley Cyrus bertajuk Bass Persuades memuat lagu balada yang memicu kontroversi.

Suara.com - Penyanyi kawakan asal Prancis, Amanda Lear, melemparkan tuduhan plagiarisme terhadap bintang pop Amerika Serikat, Miley Cyrus. Cyrus diduga kuat menjiplak melodi lagu ciptaan Lear yang dirilis era 1978 berjudul The Sphinx ke dalam trek terbarunya, Redlights.

Tudingan ini mencuat setelah Cyrus meluncurkan album dance-pop ke sepuluhnya yang bertajuk Bass Persuades pada Jumat lalu. Banyak pendengar menemukan kemiripan tangga nada dan nada rendah khas pada lagu balada Redlights dengan karya klasik milik musisi senior tersebut.

Langkah pengawasan terhadap hak cipta musik kini kian ketat seiring kemudahan akses lagu lintas generasi di era digital. Fenomena kemiripan nada ini pun mendadak menyita perhatian industri musik global.

Miley Cyrus jadi pengisi OST film Avatar: Fire and Ashes (Instagram)

Melalui media sosialnya, sang musisi berusia lanjut secara terbuka menyampaikan sindiran langsung kepada pelantun lagu Wrecking Ball tersebut. Ia mengunggah pernyataan yang dibubuhi tagar penjiplakan untuk menarik perhatian publik.

"Terima kasih, Miley, karena telah meniru lagu saya 'The Sphinx'! Saya merasa teranjung!" tulis Lear di media sosial pada hari Minggu dengan tagar "ripoff" dan "copycat".

Pihak label rekaman dan penerbit lagu Lear dikabarkan mulai mengambil langkah tegas atas klaim hak cipta tersebut. Meski demikian, Lear sendiri mengaku tidak berniat membawa persoalan ini ke meja hijau secara pribadi.

"Saya tidak pernah suka berperkara di hukum, tetapi label rekaman saya, Universal, dan penerbit lagu tersebut, di mana saya menulis liriknya, menginginkan pengakuan atas plagiarisme ini," kata Amanda Lear kepada AFP pada hari Senin.

Ia menegaskan bahwa unggahan sindiran di akun pribadinya murni bentuk pemberitahuan tanpa ada niat ancaman gugatan pidana maupun finansial. Hubungan antar-musisi antargenerasi ini pun kini berfokus pada pengakuan hak cipta.

"Saya hanya menunjukkan situasi tersebut dengan mengucapkan terima kasih kepada Miley Cyrus dan menambahkan bahwa saya merasa teranjung. Saya tidak pernah mengancam akan menuntut atau membalas dendam," tambahnya.

Kiprah Lear di dunia seni global memang terbilang sangat panjang dan penuh warna sejak era 1960-an. Selain memproduksi puluhan karya musik, ia dikenal sebagai sosok serba bisa di panggung hiburan internasional.

Sebagai seorang seniman proflifik, Lear tercatat telah melahirkan lebih dari 20 album sepanjang karier bermusiknya. Mantan model ini juga pernah menjadi inspirasi bagi pelukis surealis ternama Salvador Dali.

Selain itu, ia pernah menjalin hubungan asmara dengan gitaris grup musik legendaris The Rolling Stones, Brian Jones. Kehadirannya di era Swinging Sixties London memberi pengaruh besar pada kancah budaya pop masa itu.

Grup legendaris The Rolling Stones bahkan diyakini pernah menciptakan lagu khusus berjudul Miss Amanda Jones yang terinspirasi dari sosoknya. Latar belakang sejarah inilah yang membuat klaim hak cipta sang musisi senior dinilai memiliki bobot emosional dan historis yang tinggi.

Kini publik menunggu tanggapan resmi dari pihak Miley Cyrus mengenai polemik kemiripan nada dalam trek Redlights tersebut. Diskusi mengenai batasan antara inspirasi musik dan tindakan plagiarisme pun kembali mencuat di kalangan kritikus.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com