Suara.com - Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, menyatakan bahwa target utama timnya musim ini bukanlah juara Liga Italia. Menurutnya, lolos ke Liga Champions musim depan sudah menjadi prestasi tersendiri.
AC Milan kini kokoh di peringkat dua klasemen Liga Italia dengan mengumpulkan 52 poin. Tiga poin tambahan baru saja diraih Rossoneri saat mengalahkan AS Roma 2-1, Senin (1/3/2021) dini hari WIB.
Berkat kemenangan tersebut, AC Milan menempel ketat Inter Milan yang memimpin di puncak dengan selisih empat angka. Rossoneri sebenarnya sempat tak terkalahkan di awal musim hingga memuncaki klasemen hingga dua pekan lalu.
Pioli mengatakan, unggul delapan poin dari AS Roma yang menduduki tempat kelima dinilai lebih signifikan bagi timnya dalam beberapa bulan terakhir musim ini. Kemudian finis di empat besar di akhir musim sudah sangat berarti.
"Bila Anda mengatakan beberapa bulan lalu bahwa kami akan menjadi yang kedua di klasemen, tidak ada yang akan memercayainya," kata Pioli, dilansir dari Sky Sports.
''Bila kami memiliki 40 poin, mereka akan mengatakan bahwa kami menjalani musim yang hebat, berpeluang lolos ke Liga Champions setelah bertahun-tahun," imbuhnya.
''Ada tujuh tim yang sangat kuat, pada akhirnya hanya empat yang akan bahagia dan kami berharap menjadi salah satu dari mereka,'' tegasnya.
Sebagai informasi, AC Milan sudah absen di Liga Champions sejak musim 2013/2014. Pioli pun bertekad ingin membawa AC Milan menjadi lebih baik lagi.
“Kami melakukan sesuatu yang penting; kami memiliki 17 poin lebih banyak dibandingkan musim lalu, kami adalah tim termuda dan tim yang memainkan pertandingan paling banyak," tambah pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Baca Juga: Klasemen Liga Italia Pekan ke-24 Usai Milan Hantam Roma
"Itu adalah penampilan dengan semangat dan kualitas yang luar biasa, saya sangat puas bahwa kami berhasil menang,'' pungkas pelatih AC Milan itu.
Berita Terkait
-
Eks Top Skor Serie A Igor Protti Meninggal Dunia, Pesan Perpisahannya Menggetarkan
-
Tak Ikut Sesi Latihan, Christian Pulisic Berpotensi Absen Saat Amerika Serikat Lawan Australia
-
Raih Gelar Ganda, Inter Milan Perpanjang Kontrak Cristian Chivu hingga 2028
-
Carlos Franca Resmi Tinggalkan Persijap, Gabung Klub Peserta Kualifikasi Liga Champions
-
Ruben Amorim Resmi Jadi Pelatih Baru AC Milan, Ambisinya Terwujud
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026, Blue Wave Redam 28 Tembakan
-
Piala Dunia 2026: Kata-kata Brian Brobbey, Bantu Tambah Penderitaan Swedia
-
Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman
-
Susunan Pemain Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026, Panggung Pembuktian Ao Tanaka
-
Rumor Michael Olise ke Santiago Bernabeu Langsung Dipatahkan, Ini Buktinya
-
Graham Potter Bongkar Kelemahan Swedia Usai Dihancurkan Belanda di Piala Dunia 2026
-
4 Fakta Menarik Belanda Bantai Swedia di Piala Dunia 2026, Duet Maut Brobbey dan Gakpo
-
Pernah Dipermalukan Timnas Indonesia, Curacao Cetak Sejarah Raih Poin Perdana di Piala Dunia 2026
-
John Herdman Incar Juara FIFA ASEAN Cup, Panggil Pemain Terbaik Timnas Indonesia
-
Turki Tersingkir di Piala Dunia 2026, Arda Guler: Sedih dan Malu