Suara.com - Badan sepak bola dunia FIFA menyatakan tidak akan menerapkan sanksi kepada tim nasional Jerman yang mengenakan T-shirt berisi protes yang mendukung penegakan hak asasi manusia sebelum mereka menjalani pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022, Jumat (26/3/2021) dini hari WIB.
Pelatih kepala Timnas Jerman Joachim Loew menyatakan mendukung pemain-pemainnya setelah mereka mengenakan kaus warna hitam bertuliskan huruf yang dirangkaikan menjadi tulisan putih berbunyi "Human Rights" yang ditujukan kepada Qatar yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Protes itu terjadi sebelum Jerman berlaga melawan Islandia yang mereka menangi dengan skor telak 3-0.
"Itu adalah pertanda kami menegakkan semua hak asasi manusia di dunia, tak peduli tempatnya," kata Loew setelah laga kualifikasi itu di Duisburg seperti dikutip AFP, Jumat (26/3/2021).
FIFA melarang ada pernyataan politik selama ajang yang digelar badan sepak bola dunia itu namun kepada AFP, FIFA menyatakan tidak akan menjatuhkan sanksi kepada Jerman.
"FIFA meyakini kebebasan berpendapat dan kekuatan sepakbola dalam mendorong perubahan positif," bunyi pernyataan FIFA.
FIFA juga menyatakan tidak akan menjatuhkan sanksi kepada Norwegia yang melakukan protes serupa berkaitan dengan masalah HAM di Qatar yang dikritik keras oleh kelompok-kelompok pembela HAM. Qatar sendiri membantah semua tudingan itu.
Pemerintah Jerman mendukung protes timnasnya itu yang disebut juru bicara Kanselir Angela Merkel telah menegaskan kembali nilai yang dibela bangsa Jerman.
Sebaliknya Dagmar Freitag, ketua komisi olahraga dalam parlemen Jerman menyatakan ada standar ganda dalam protes timnas itu karena para pemain Bayern Munich dalam timnas Jerman terlibat dalam situasi pelik karena maskapai Qatar mensponsori juara dunia klub itu. (Antara)
Baca Juga: Eksekusi Bola Mati CR7 Tak Lagi Mematikan, Ada Apa dengan Ronaldo?
Berita Terkait
-
Meksiko Rusuh Pasca Bos Kartel Tewas, Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Dicabut?
-
Bedah Taktik John Herdman: Dari 3-4-3 hingga 4-4-2, Mana yang Cocok untuk Timnas Indonesia?
-
Stadion Final Piala Dunia 2026 Dicap Mengerikan dan Distopia, Kok Bisa?
-
Kevin Diks Gagal Bawa Poin, Monchengladbach Terkapar di Markas Freiburg Akibat Gol Rebound Ginter
-
Buntut Panjang Kasus Rasisme Vinicius Jr, Muncul Wacana Prestianni Law
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Lille Menang, Calvin Verdonk Justru Bongkar Masalah Timnya
-
Main di Posisi Baru, Dion Markx Tetap Percaya Diri Saat Debut Bersama Persib Bandung
-
Jordi Amat Waspadai Kekuatan Malut United di Kandang
-
Kelelahan, Persija Jakarta Tak Persiapan Khusus Jelang Lawan Malut United
-
Kondisi Persib Bandung Bikin Arsitek Persija Jakarta Prihatin, Ada Apa?
-
Batal ke Timnas Indonesia, Jesus Casas Resmi Latih Raksasa Singapura
-
Bungkam Kritik, Nathan Tjoe-A-On Bangkit dan Jaga Asa Willem II Promosi ke Eredivisie
-
Begini Keseharian Wonderkid MU Amir Ibragimov, Penghafal Alquran di Bulan Ramadan
-
Arne Slot Pastikan Cedera Florian Wirtz Tidak Serius
-
Joey Pelupessy Kepergok Balik ke Eredivisie Belanda, Tak Jadi ke Persib?