Bola / Bola Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 | 14:39 WIB
John Herdman tegaskan Timnas Indonesia tak harus bergantung pada striker No.9 murni. Ia ingin semua pemain Garuda punya mentalitas mencetak gol. (PSSI)
Baca 10 detik
  • Pelatih John Herdman mengubah taktik Timnas Indonesia agar tidak bergantung pada striker murni dan membangun mentalitas mencetak gol kolektif.
  • Skuad Garuda akan menjalani evaluasi taktik guna memperbaiki kelemahan penyelesaian akhir serta meningkatkan agresivitas serangan di sepertiga akhir lapangan.
  • Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada bulan Juni 2026 mendatang.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa Skuad Garuda tidak boleh terus bergantung pada sosok striker nomor sembilan murni.

Pelatih asal Kanada itu justru tengah menyiapkan revolusi taktik dengan membangun mentalitas kolektif agar seluruh pemain memiliki naluri mencetak gol.

Pendekatan tersebut dipersiapkan menjelang agenda FIFA Matchday Juni 2026, saat Timnas Indonesia menghadapi Oman dan Mozambik.

Selama ini, publik sepak bola Indonesia memang terus menyoroti minimnya stok penyerang tengah murni di skuad Garuda.

John Herdman siapkan masterplan Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2027. Evaluasi pemain lokal dan padukan dengan diaspora Eropa dalam enam bulan ke depan. [Dok. KitaGaruda]

Saat ini, Timnas Indonesia praktis hanya memiliki Ramadhan Sananta yang berposisi asli sebagai striker nomor sembilan.

Namun, Herdman memiliki pandangan berbeda terkait kebutuhan tim modern. Dia menyebut, Garuda harus bisa tampil lebih kolektif tanpa mengandalkan sosok tertentu.

“Di sini, orang-orang terus berbicara tentang nomor sembilan dan striker murni. Bagi saya, Timnas Indonesia lebih butuh mentalitas kolektif bahwa semua pemain bisa mencetak gol,” kata Herdman kepada awak media di Stadion Madya, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sepak bola modern menuntut fleksibilitas dan kontribusi seluruh pemain dalam urusan mencetak gol.

“Timnas Indonesia butuh mentalitas bahwa semua pemain bisa mencetak gol. Kami harus membangun mentalitas pencetak gol,” tambahnya.

Baca Juga: 16 Pemain Diaspora Dihubungi John Herdman, Siapa Bakal Bela Timnas Indonesia?

Evaluasi Taktik dan Penyelesaian Akhir

Herdman juga menyoroti pola permainan Timnas Indonesia di era sebelumnya yang dinilai terlalu pasif dan bergantung pada serangan balik.

Pada masa kepelatihan Shin Tae-yong, beberapa pemain seperti Ragnar Oratmangoen bahkan kerap dimainkan sebagai penyerang karena keterbatasan opsi striker murni.

Kini, Herdman ingin mengubah DNA permainan Garuda menjadi lebih agresif dan proaktif dalam menguasai pertandingan.

Barisan gelandang serta pemain sayap diminta lebih aktif melakukan penetrasi dan berani masuk ke kotak penalti lawan.

Selain itu, Herdman mengakui penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah utama tim.

Load More