Suara.com - Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, hingga kini masih saja dicemooh. Meski sudah mencetak hampir 100 buah gol bagi Bianconeri, masih saja ada pihak yang mencari-cari kesalahan bomber berusia 36 tahun itu.
Sejak merapat ke Turin pada 2018, pemenang Ballon d'Or lima kali itu saat ini tercatat telah mencetak 95 gol dalam 123 penampilannya untuk Juve di semua kompetisi.
Namun, dari 95 gol tersebut, hanya satu yang tercipta lewat eksekusi tendangan bebas. Kenyataan itu sangat bertolak belakang dengan ketajamannya saat berseragam Real Madrid, di mana tendangan bebas Ronaldo menjadi momok menakutkan bagi penjaga gawang lawan.
Berdasarkan data Opta, selama berseragam Juventus, Ronaldo telah melepaskan 72 tembakan dari titik tendangan bebas. Tapi hanya satu yang berbuah gol.
Satu-satunya tendangan bebasnya yang sukses menjadi gol terjadi di laga derby Juli 2020 melawan Torino. Itu merupakan tendangan bebasnya yang ke-43 di Juventus.
Penjaga gawang ketika Juve, Carlo Pinsoglia, mengatakan jika Ronaldo selalu mencetak gol dari tendangan bebas di sepanjang latihan Bianconeri.
Menurutnya, hanya satu gol dari 72 percobaan, Ronaldo hanya kurang beruntung.
"Dalam latihan, mereka semua masuk," kata penjaga gawang pilihan ketiga Juve, Carlo Pinsoglio, kepada Tuttosport, Jumat (26/3/2021).
"Mengapa dia tidak mencetak gol dalam pertandingan? Saya tidak tahu, jelas dalam pertandingan itu berbeda dengan saat latihan, tapi saya tidak tahu. Mungkin nasib buruk."
Baca Juga: Acak-acak Pertahanan Tottenham Hotspur, Mislav Orsic Dilirik Arsenal
Pinsoglio, adalah salah satu pemain yang dekat dengan Ronaldo di Juventus. Terlepas cemoohan orang soal rekannya itu, kiper berusia 31 tahun itu tetap melihat Ronaldo sebagai sosok teladan dalam tim.
"Saya memiliki persahabatan yang indah dengannya. Rekan satu tim saya mengejek saya dengan mengatakan bahwa saya akan pergi ke Euro bersama staf Portugal dan Cristiano," tambahnya.
"Ronaldo adalah pria yang sederhana, bukan seorang bintang, dia pendiam, dia suka tertawa dan bercanda."
Berita Terkait
-
Tottenham Tunjuk Igor Tudor sebagai Manajer Interim, Misi Pertama Kalahkan Arsenal
-
Inter Milan vs Juventus: Awas Yildiz dan Conceicao, Chivu Ditantang Berani Ambil Resiko
-
Diprediksi Dipimpin Wasit Ini, Inter Bakal Mudah Kalahkan Juventus di Derby dItalia
-
Prediksi Inter Milan vs Juventus: Eks Anak Asuh John Herdman Bisa Jadi Pembeda
-
Fabio Capello Ingatkan Inter dan Juventus, Awas AC Milan-AS Roma Siap Tikung!
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga