Suara.com - Pelatih Persija Jakarta Sudirman membeberkan kekuatan dari PSM Makassar yang bisa membahayakan timnya. Salah satunya adalah kerja keras anak asuh Syamsuddin Batola.
Kedua tim akan saling berhadapan pada pertandingan semifinal pertama Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (15/4/2021).
Tentu ini jadi pertandingan yang menarik mengingat Persija pernah dikalahkan PSM 0-2 saat kedua tim sama-sama berada di babak penyisihan Grup B Piala Menpora 2021.
Namun, saat ini situasinya berbeda mengingat Macan Kemayoran --julukan Persija-- tidak mau kalah lagi. Akan tetapi, Sudirman tetap waspadai permainan PSM Makassar.
Selain itu, menurut Sudirman Juku Eja --julukan PSM-- merupakan tim yang tipikal bermainnya memiliki pressing yang ketat. Maka dari itu, ia ingin pemainnya bisa mengantisipasi hal tersebut.
"Mereka adalah tim yang bagus, PSM memiliki pemain yang baik. Tapi satu yang menjadi catatan saya adalah mereka meruapakan tim yang memiliki fanatisme dalam bermain serta loyalitas dalam bermain," kata Sudirman pada saat konfrensi pers virtual, Rabu (14/4/2021).
"Tidak hanya itu saja, PSM juga memiliki pressing ketat selama pertandingan. Jadi itulah yang harus kita waspadai dari pemain PSM dan pemain-pemain saya harus ada yang bsia mengantisipasi itu," tambah mantan pemain Timnas Indonesia tersebut.
Setelah pertandingan ini, PSM dan Persija akan kembali bertemu pada pertandingan leg kedua semifinal Piala Menpora 2021. Laga semifinal kedua ini akan dilangsungkan di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu 18 April 2021.
Persija lolos ke semifinal setelah mengalahkan Barito Putera 1-0 di babak sebelumnya. Adapun PSM melaju karena berhasil menaklukkan PSIS Semarang lewat drama adu penalti.
Baca Juga: Baru 2 Pemain Muda Diturunkan di Piala Menpora, Ini Alasan Pelatih Persija
Berita Terkait
-
Gonjang Ganjing Persija Jelang Kick Off Super League, Diboikot Jakmania Manajemen Ambil Langkah Ini
-
PSSI Beri Lampu Hijau! Persija Resmi Boleh Hadapi Persib di SUGBK 12 September
-
3 Slot Pemain Asing Masih Kosong, Persija Jakarta Tunggu Request Shin Tae-yong
-
Jersey Persija Punya Wajah Baru, Logo Mitra Resmi Hadir di Musim Super League 2026/2027
-
Bambang Pamungkas Klaim Persija Sudah Kantongi Izin Jamu Persib di SUGBK
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan