Suara.com - Chelsea ditahan Brighton & Hove Albion dengan skor 0-0 dalam laga pekan ke-32 Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Selasa waktu setempat atau Rabu (21/4/2021) dini hari WIB, di tengah masih panasnya polemik Liga Super Eropa.
Protes dari para suporter di luar Stamford Bridge sempat membuat bus Chelsea tidak bisa memasuki komplek stadion bahkan sepak mula pertandingan harus ditunda 15 menit.
Di tengah kontroversi yang merebak, tim besutan Thomas Tuchel tampil kurang bagus dan hanya melepaskan tiga percobaan tembakan sepanjang babak pertama.
Jumlah tersebut merupakan yang terendah sejak September tahun lalu ketika Chelsea dikalahkan oleh Liverpool dan penampilan The Blues tak membaik di babak kedua.
Brighton berusaha memanfaatkannya dan pada menit ke-78 Adam Lallana hampir membawa tim tamu memimpin, sayang tembakan melengkungnya masih melayang tipis di luar gawang.
Semenit berselang, Danny Welbeck melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti, sayangnya bola menghantam tiang gawang setelah berbelok membentur badan Antonio Ruediger.
Bola muntah berusaha dimanfaatkan oleh Lallana, sayang tembakannya masih bisa diamankan oleh kiper Kepa Arrizabalaga.
Skor nirgol bertahan hingga bubaran, tetapi Brighton mengalami sedikit ketidakberuntungan karena Ben White menerima kartu kuning kedua pada menit kedua injury time.
Hasil imbang cukup menguntungkan kedua tim, sebab Chelsea sementara naik ke peringkat keempat klasemen menggusur West Ham United berbekal keunggulan selisih gol kendati sama-sama mengoleksi 55 poin.
Baca Juga: Susul Chelsea, Manchester City Angkat Kaki dari European Super League
Sedangkan Brighton (34) yang tertahan di urutan ke-16 kini melebarkan jarak dari zona degradasi menjadi tujuh poin, demikian catatan laman resmi Liga Inggris.
Di pertandingan selanjutnya pada Sabtu (24/4), Chelsea akan menentukan posisi mereka dalam perburuan empat besar ketika melawat ke markas West Ham.
Sedangkan Brighton pada saat bersamaan akan bertandang ke kandang tim juru kunci klasemen Sheffield United, yang sudah dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi.
Berita Terkait
-
Susul Chelsea, Manchester City Angkat Kaki dari European Super League
-
Buntut Polemik European Super League, Ed Woodward Tinggalkan Man United
-
Dihujat, Chelsea Bersiap Tinggalkan European Super League
-
Link Live Streaming Chelsea Vs Brighton, Liga Inggris 21 April
-
Chelsea Vs Brighton: Laga Belum Mulai, Potter Sudah Angkat Topi buat Tuchel
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan