Suara.com - Asnawi Mangkualam menjelaskan bahwa persaingan di K-League 2 berlangsung sangat ketat. Untuk promosi ke K-League 2, disebutnya butuh kerja ekstra keras.
Ansan Greeners, tim yang dibela Asnawi saat ini, masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara K-League 2 dengan koleksi 14 poin dari sembilan laga.
Kans Ansan Greeners melaju ke K-League 1 jelas sangat terbuka mengingat musim masih menyisakan 27 pertandingan lagi.
Meski demikian, eks penggawa PSM Makassar itu menekankan bahwa persaingan di kompetisi kasta kedua sepakbola Korea Selatan ini begitu ketat, hingga dirinya tak berani terlalu berandai-andai.
"Kalau optimistis, pasti. Kami kan dalam setiap pertandingan mengincar kemenangan untuk ke papan atas. Tapi memang butuh kerja keras karena setiap tim di sini sama kualitas," kata Asnawi saat bincang virtual dengan awak media, Selasa (4/5/2021).
"Di sini tidak ada klub papan bawah dan tidak ada papan atas," tambahnya.
Ketatnya persaingan di K-League 2 disebut Asnawi belum pernah dia rasakan saat berkarier di Indonesia. Stamina dan mental baja disebutnya jadi atribut penting dalam mengarungi kompetisi di Negeri Ginseng tersebut.
"Lumayan jauh berbeda dengan Indonesia. Di sini diutamakan stamina, mental harus kuat, apalagi kompetisi sangat ketat," beber Asnawi.
"Semua tim punya kualitas hampir sama. Di pertandingan kalau menang hanya 1-0, 2-0, jarang yang menang 3-0," tambah penggawa Timnas Indonesia tersebut.
Baca Juga: Lebaran Sendirian di Korsel, Asnawi Mangkualam: Sedih Jauh dari Keluarga
Sebagai informasi, klasemen sementara K-League 2 masih dipimpin oleh FC Anyang. Asnawi pun menyebut beberapa tim yang menjadi pesaing berat untuk Ansan Greeners.
"Saya pikir Daejon (Citizen) dan Seoul E-Land (pesaing gelar juara)," pungkas pemain yang juga pernah berseragam PSM Massar tersebut.
Berita Terkait
-
Jarang Main Penuh, Asnawi Tak Sangka Jadi Pemain Terbaik K-League 2
-
Asnawi Mangkualam Cedera Hamstring, Bagaimana Nasibnya di Timnas?
-
Asnawi Bakal Bergabung TC Timnas Indonesia Setelah Pulih Cedera
-
Asnawi Mangkualam Bersyukur Bisa Beradaptasi di Ansan Greeners FC
-
Kendala Bahasa Asnawi Mangkualam di Korsel Mulai Bisa Diatasi
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!