Suara.com - Paris Saint-Germain (PSG) benar-benar harus mengakui keunggulan Manchester City di babak semifinal Liga Champions 2020/2021.
Kalah absolut dengan agregat 1-4, namun pelatih PSG, Mauricio Pochettino justru mengklaim jika anak buahnya sebenarnya tampil lebih baik baik ketimbang City dalam dua leg.
Usai kalah 0-2 pada laga leg kedua yang dihelat di Etihad Stadium markas Manchester City dini hari tadi, Pochettino mengklaim bahwa PSG sukses "mendominasi tim yang sulit dikontrol", bahkan dalam keseluruhan dua leg.
Pandangan Pochettino itu sendiri cukup aneh, mengingat PSG bahkan sejatinya sama sekali tak meregister tembakan ke gawang lawan pada laga dini hari tadi.
"Saya pikir Paris layak mendapat hasil yang lebih baik. Jujur saja, jika kita menganalisis dua laga, kami mendominasi tim yang sangat sulit dikontrol," kata Pochettino kepada RMC Sport, seperti dilansir Tribal Football.
"Anda butuh sedikit keberuntungan untuk mencetak gol di momen-momen penting," kilah pelatih berpaspor Argentina itu.
"Saya kecewa karena kami pantas mendapatkan lebih. Tapi, Manchester City memang lebih klinis ketimbang kami. Kami sendiri memainkan permainan yang kami mau, dengan rancangan yang kami mau. Agak mengecewakan tentunya, karena tujuan kami adalah melaju ke final," celoteh Poch.
"Kami harus bisa positif, sulit setelah dieliminasi. Anda harus punya proses tertentu di kepala, tetap tenang, analisis situasinya."
"Kami tiba di sini (semifinal Liga Champions musim ini) setelah mengalahkan Barcelona (di babak 16 besar) dan Bayern Munich (di perempatfinal). Sayang sekali kami gagal ke final, tapi kami tidak pernah menyerah, para pemain terus berjuang hingga detik terakhir," tukas eks pelatih Tottenham Hotspur itu.
Baca Juga: Manchester City Sarat Kualitas, Dias: Final Liga Champions akan Menarik
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Ketajaman Erling Haaland Menghancurkan Senegal Sekaligus Mengukir Rekor Piala Dunia 2026
-
Pochettino Puas AS Kalahkan Australia, Sebut Timnya Dominan di Piala Dunia 2026
-
10 Pelatih Piala Dunia 2026 dengan Gaji Selangit: Ancelotti Termahal, Scaloni Tak Masuk
-
Carlos Franca Resmi Tinggalkan Persijap, Gabung Klub Peserta Kualifikasi Liga Champions
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey