Suara.com - Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) akan menggelar drawing atau pengundian Piala AFF 2020. Rencananya, agenda tersebut akan terlaksana pada Selasa, 10 Agustus 2021.
Piala AFF seharusnya digelar akhir 2020 kemarin. Namun, penyelenggaraan Piala AFF ditunda menyusul pandemi melonjaknya kasus penyebaran COVID-19 di negara-negara Asia Tenggara.
Rencananya turnamen paling bergengsi antarnegara ASEAN itu bakal diselenggarakan mulai 5 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022. Akan tetapi, masih belum diketahui di mana proses drawing akan dilakukan.
Presiden AFF, Mayor Jenderal Khiev berencana menggelar turnamen ini seperti sebelumnya. Artinya, format dan sistem yang digunakan di Piala AFF 2020 akan sama dengan edisi yang lalu.
Itu berarti format kandang-tandang bakal dilakukan pada edisi Piala AFF kali ini. Namun demikian, Khiev Sameth menyebut akan ada pertimbangan kondisi saat ini yang masih belum terbebas dari Covid-19.
“Saat ini niat AFF adalah untuk menggelar turnamen dalam format dan jadwal penuh, termasuk pertandingan kandang dan tandang di semua tahap. Kami juga menyadari kebutuhan untuk mengeksplorasi dan bersiap menghadapi dampak pandemi Covid-19,” kata Khiev Sameth, dari rilis yang diterima Suara.com Rabu (2/6/2021).
“Salah satu kemungkinan format alternatif di Piala AFF 2020 adalah penggunaan venue terpusat,” tambah pria asal Kamboja itu.
Khiev Sameth menuturkan AFF bakal mengutamakan sisi keselamatan seluruh kontestan yang terlibat pada Piala AFF 2020. Oleh sebab itu, beberapa alternatif format pertandingan akan disiapkan.
“Prioritas utama kami adalah menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat di Piala AFF. Oleh karena itu, kami akan mempertimbangkan berbagai pilihan yang bisa menjadi alternatif untuk penyelenggaraan Piala AFF,” tambahnya.
Baca Juga: Lionel Messi Setuju Bertahan, Barcelona Siapkan Kontrak Dua Tahun
“Pengumuman lebih lanjut tentang acara tersebut akan disampaikan pada bulan Juli mendatang,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Usai Bertemu Presiden, John Herdman Fokus Persiapkan Timnas Indonesia Hadapi Dua Kompetisi Ini
-
Erick Thohir Respons Vietnam Tambah Naturalisasi Jelang Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Bukan GBK, Ini Pertimbangan PSSI Jadikan Pakansari Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
John Herdman Pasang Misi Besar! Timnas Indonesia Harus Lolos ke Piala Dunia 2030
-
Shin Tae-yong Sadar Tidak Mudah Melatih Persija, Tekanan Suporter Jadi Sorotan
-
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pelatih Spanyol Larang Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Demi Ini
-
Persija dan Persib Harus Tanggung Denda Ratusan Juta dari Komdis PSSI Gara-gara Ulah Suporter
-
Timnas Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dibantai Jepang
-
Kuota 11 Pemain Asing di Super League Tak Berubah, League Cup Masih Jadi Tanda Tanya
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial