- Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia menyatakan rata-rata usia peternak sapi perah kini mendekati lima puluh tahun.
- Sebagian besar peternak rakyat hanya memiliki tiga ekor sapi dengan produktivitas sekitar dua belas hingga empat belas liter per hari.
- Rendahnya produksi lokal menyebabkan Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan susu nasional.
Suara.com - Regenerasi peternak sapi perah menjadi salah satu tantangan terbesar industri susu nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan susu masyarakat Indonesia, jumlah peternak muda justru masih sangat terbatas.
Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro mengatakan rata-rata usia peternak sapi perah di Indonesia kini telah mendekati 50 tahun.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya serius untuk menarik minat generasi muda agar mau melanjutkan usaha peternakan.
"Sekarang kalau di Indonesia rata-rata usia peternak sudah 50-an. Itu berarti ada masalah regenerasi," ujar Andrew.
Menurutnya, fenomena tersebut bahkan juga terjadi di negara maju seperti Belanda.
Selama bertahun-tahun, profesi peternak sapi perah dinilai kurang menarik dibanding profesi lain.
Padahal, kebutuhan susu nasional masih jauh melampaui produksi dalam negeri.
Peternak Rata-rata Hanya Memiliki Tiga Ekor Sapi
Andrew mengungkapkan sebagian besar peternak sapi perah di Indonesia merupakan peternak rakyat berskala kecil.
Baca Juga: Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel
Rata-rata mereka hanya memiliki sekitar tiga ekor sapi.
"Jumlah kepemilikan sapi di Indonesia rata-rata cuma tiga ekor per peternak," katanya.
Kondisi tersebut membuat produktivitas nasional belum mampu memenuhi kebutuhan industri.
Selain keterbatasan jumlah ternak, peternak juga menghadapi persoalan lahan, pakan, hingga produktivitas sapi yang masih rendah.
"Satu sapi di Indonesia rata-rata menghasilkan sekitar 12 sampai 14 liter susu per hari. Di Belanda bisa mencapai sekitar 30 liter," jelas Andrew.
Ia menambahkan, mayoritas kandang peternak berada di belakang rumah dengan lahan yang terbatas sehingga pengembangan usaha tidak mudah dilakukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Peternak Sapi Perah Indonesia Menua, Regenerasi Jadi Tantangan Besar Industri Susu
-
Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial
-
3 Mantan Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Soal Dugaan Suap Impor Barang
-
Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji
-
Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix
-
Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake
-
Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan
-
Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini
-
4 Awak Terluka dalam Serangan Terhadap Kapal di Laut Hitam
-
Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut