Suara.com - Kejadian tak biasa yang memunculkan ingatan akan aksi Luis Suarez saat menggigit bek Italia Giorgio Chiellini pada Piala Dunia 2014, terjadi di laga Jerman vs Prancis, Rabu (16/6/2021) dini hari WIB.
Dalam pertandingan di Grup F Euro 2020 yang berakhir dengan kemenangan Prancis 1-0 itu, bek Timnas Jerman Antonio Rudiger kedapatan menggigit bahu Paul Pogba.
Di tengah suasana frustasi setelah Jerman tertinggal 1-0 karena gol bunuh diri Mats Hummels pada menit ke-20, Rudiger memicu pertikaian dengan Paul Pogba.
Aksi 'kerasukan' Luis Suarez itu dilakukan Rudiger jelang babak pertama berakhir. Saat tengah memperebutkan bola dari situasi lemparan ke dalam, Rudiger mendekati Pogba.
Bek Chelsea itu kemudian memindahkan wajahnya ke punggung Pogba dan tampak menggigit gelandang Manchester United tersebut.
Tak ayal, Pogba berteriak kesakitan dan kemudian mengajukan protes kepada wasit tetapi tidak ada internvensi tentang masalah tersebut, bahkan dari VAR.
Terlepas dari aksi gigitan itu, Pogba dan Rudiger pada akhirnya terlihat bersalaman di akhir laga. Eks gelandang Juventus pun berharap Rudiger tidak mendapat sanksi dari UEFA atas aksinya.
"Kami berteman. Ini bukan masalah besar. Saya pikir Anda melihat gambar-gambar TV, ini semua sudah berakhir, sudah berlalu," kata Pogba dikutip dari TalkSPORT, Rabu (16/6/2021).
"Saya tidak menangis untuk meminta wasit memberikan kartu kuning atau merah atas tindakan seperti itu. Dia memang menggigit saya, tapi sedikit."
Baca Juga: Grup F Euro 2020: Deschamps Sebut Prancis Harusnya Menang Telak atas Jerman
“Kami sudah lama saling mengenal... Saya tidak ingin dia diskors karena ini," tambahnya.
Aksi gigitan Rudiger terhadap Pogba memunculkan kembali ingatan akan insiden serupa pada Piala Dunia 2014. Saat itu Luis Suarez (Uruguay) menggigit bahu Giorgio Chiellini di babak penyisihan grup.
Insiden itu terjadi pada menit ke-79. Saat itu Suarez dan Chiellini berebut posisi dalam situasi tanpa bola. Keduanya saling 'sikut', sebelum Suarez tiba-tiba menggigit lawannya.
Chiellini yang mengerang kesakitan langsung mengajukan protes kepada wasit. Dia menunjukan bekas gigitan Suarez tetapi tak ada kartu yang diberikan.
Tag
Berita Terkait
-
Detik-detik Cristiano Ronaldo Pecahkan Rekor Gol Terbanyak di Euro
-
Sah! Cristiano Ronaldo Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Euro
-
Grup F Euro 2020: Jerman Sudah Bekerja Keras, Jangan Salahkan Mats Hummels
-
Cetak Brace ke Gawang Hungaria, Cristiano Ronaldo Tampar Pengkritik
-
Hasil Bola Tadi Malam Euro 2020: Portugal Perkasa, Timnas Jerman Merana
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
Lionel Scaloni Puji Setinggi Langit Julian Alvarez, Sebut Penyerang Idaman Setiap Pelatih
-
Juventus Optimis Bisa Gaet Alisson Becker dari Liverpool
-
Digelontor 3 Gol Lawan Bhayangkara FC, Mauricio Souza Parkir Cyrus Margono?
-
Dikritik Pengamat Tak Bisa Main, Pelatih Brasil Pasang Badan untuk Shayne Pattynama
-
Kalahkan Vietnam 3-2, Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF Futsal 2026
-
Marc Klok Kirim Psywar Jelang Persib Bandung Lawan Bali United, Apa Itu?
-
Bernardo Tavares: Tekanan Ada di Persija, Mereka 3 Kali Tanpa Kemenangan
-
Lolos ke Final AFF 2026, Timnas Futsal Indonesia Ukir Rekor 4 Kali Beruntun
-
LaLiga Buka Peluang Main di Maroko, Javier Tebas: Mengapa Tidak?