Suara.com - Aymeric Laporte mengatakan pindah kewarganegaraan dari Prancis ke Spanyol adalah keputusan terbaik yang ia ambil sejauh ini dalam karier sepakbolanya.
Bek sentral Manchester City itu mengaku senang sekaligus bangga bisa memperkuat La Furia Roja --julukan Timnas Spanyol-- di kancah internasional.
Laporte sendiri sejauh ini tampil apik di Euro 2020 dan sukses membawa Spanyol menembus babak perempatfinal.
Teranyar, bek berusia 27 tahun itu tampil ketika Spanyol menggasak Kroasia 5-3 lewat babak perpanjangan waktu dalam laga babak 16 besar di Kopenhagen, Denmark, Selasa (29/6/2021) dini hari WIB.
"Saya nyaman dengan identitas Spanyol. Itulah yang membuat saya mengubah segalanya," ucap Laporte seperti dimuat football-espana, Selasa (29/6/2021).
"Saya pikir ini adalah keputusan terbaik yang saya ambil sejauh ini dalam karier sepakbolanya saya. Namun ini bukan sekadar untuk saya pribadi, untuk bisa membela Spanyol di level tertinggi, ini adalah sebuah kehormatan besar," sambung mantan pemain Athletic Bilbao itu.
"Saya sungguh senang dan bangga berseragam La Furia Roja," tukasnya.
Laporte dinaturalisasi Timnas Spanyol hanya beberapa hari sebelum putaran final Euro 2020, setelah talentanya disia-siakan Timnas Senior Prancis meski sejatinya telah 51 kali membela skuad Les Bleus di level junior.
Sejauh ini Laporte telah mengemas lima caps bersama tim senior Spanyol, bahkan juga mengoleksi satu gol.
Baca Juga: Tantang Ukraina di 16 Besar Euro 2020, Set-piece Jadi Andalan Timnas Swedia
Berita Terkait
-
Pedri Percepat Persiapan Musim Baru, Jalani Program Latihan Mandiri Selama Liburan
-
2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026
-
Dari Sasaran Kritik Menjadi Pahlawan, Ini Ucapan Menyentuh Ferran Torres
-
5 Kunci Kemenangan Timnas Spanyol atas Argentina di Final Piala Dunia 2026
-
Di Mana Tempat Beli Jersey Timnas Spanyol Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasinya
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas
-
Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri
-
Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal
-
Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern
-
Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?
-
Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah
-
Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15
-
Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya
-
Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya
-
Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren