Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:27 WIB
Pelatih Como Cesc Fabregas digadang-gadang akan menggantikan Simone Inzaghi menjadi pelatih Inter Milan. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Cesc Fabregas memantau langsung pemain Timnas Indonesia U-23 di Qatar.

  • Pemain Indonesia batal direkrut karena tidak cocok dengan filosofi sang pelatih.

  • Como 1907 akhirnya resmi merekrut pemain muda Irak bernama Ali Jasim.

Suara.com - Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, ternyata pernah memantau langsung kiprah Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024. Namun, skuad Garuda Muda belum ada yang menarik perhatian sang juru taktik.

Informasi tersebut diungkap legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Tepatnya ketika tim Merah Putih menghadapi Irak dalam perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024. 

Pertandingan tersebut berlangsung di Qatar pada 2 Mei 2024. Nah, Kurniawan mengungkap bahwa keberadaan Fabregas berkaitan dengan upaya Como 1907 mencari pemain potensial dari kawasan Asia. 

Saat itu, klub Italia tersebut disebut ingin melihat secara langsung kemampuan para pemain Timnas Indonesia.

Timnas Indonesia U-23. (ANTARA/Dhema Reviyanto)

“Waktu itu Fabregas pernah memantau pertandingan kita U-23 ketika Indonesia lawan Irak,” kata Kurniawan dilansir dari podcast Ruang Bola.

Namun, pemantauan tersebut tidak berlanjut menjadi perekrutan pemain Timnas Indonesia U-23. 

Menurut Kurniawan, tidak ada pemain Indonesia yang akhirnya dianggap cocok dengan filosofi permainan Fabregas.

“Karena mereka mau kalau enggak salah mau lihatlah pemain Indonesia. Tetapi akhirnya enggak ada pemain Indonesia yang sesuai dengan filosofinya Fabregas,” katanya.

Dalam laga itu, Irak berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 setelah melalui babak tambahan waktu. Justru salah satu pemain Irak yang tampil dalam laga tersebut kemudian mendapat perhatian dari Como 1907. 

Baca Juga: Timnas Indonesia Dipastikan Absen di Asian Games 2026, Ini Jawaban Erick Thohir

Pemain tersebut adalah Ali Jasim yang akhirnya direkrut klub asal Italia itu.

“Waktu itu akhirnya mereka ngambil Ali Jasim. Pemain dari Irak,” pungkas Kurniawan.

Load More