Suara.com - Ternyata, ada satu rahasia menarik di balik kebangkitan performa Jesse Lingard bersama West Ham United pada musim lalu.
Pesepakbola berusia 28 tahun tersebut memilih untuk angkat kaki dari Manchester United dan menjalani masa peminjaman bersama The Hammers.
Hal itu karena Lingard tak lagi menjadi pilihan utama di skuad asuhan Ole Gunnar Solskjaer.
Dari performanya selama separuh musim itu, Lingard menampilkan aksi-aksi ciamik selama memperkuat West Ham. Setidaknya, sudah ada sembilan gol dan lima assist yang berhasil dia sumbangkan selama total 15 penampilan.
Jika dibandingkan dengan performa Lingard bersama MU musim lalu, ia hanya mampu mencetak satu gol saja dari 22 penampilan pada musim 2019/2020.
Catatan statistik ini menunjukkan bahwa Lingard mengalami perbaikan performa saat memperkuat West Ham.
Sebetulnya, ada satu rahasia menarik di balik hal tersebut. Hal itu dibocorkan Lingard melalui sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya.
Lingard menyebut, meroketnya performa tersebut tak lepas dari bantuan analisis Alexandros Alexiadis.
Pelatih timnas U-17 Yunani itu memberikan sebuah catatan analisis yang diberi judul “Jesse 2.0” yang ditulis dalam dua papan berwarna putih.
Baca Juga: Georginio Wijnaldum Ingin Paul Pogba Bermain dengannya di PSG
Dalam masing-masing papan tersebut, Alex memberikan berbagai macam catatan yang membuat Lingard termotivasi.
Pada papan yang pertama, sang pelatih menyajikan data berisi performa Lingard bersama West Ham. Data-data ini berisi target dan rekapitulasi gol, dilengkapi dengan catatan statistik dari setiap pertandingan.
Selain itu, ada pula beberapa nasihat yang mendorong Lingard untuk memiliki sikap positif, kepercayaan diri, keyakinan, konsistensi dan sikap tak cepat berpuas diri.
Sementara pada papan kedua, Alex menuliskan banyak masukan untuk Lingard. Beberapa di antaranya juga berisi target yang harus dicapai Lingard agar kian termotivasi.
Kini, menarik untuk ditunggu kiprah Lingard bersama Manchester United untuk musim 2021/2022.
Sebab, sang arsitek sempat menolak untuk menjual pemain yang akrab disapa Jesse itu karena ia masuk dalam rencananya untuk musim depan.
Berita Terkait
-
Ucap Selamat Lebaran 2026, Postingan Cristiano Ronaldo Tembus 6 Juta View dalam 2 Jam
-
Legenda Arsenal Puji Kecerdasan Bruno Fernandes: Otaknya Brilian!
-
4 Pemain Top Eks Anak Asuh Simon Grayson, Ada Eks Kiper Timnas Inggris hingga Anak Legenda MU
-
Man City Ditahan West Ham, Guardiola Isyaratkan Menyerah Kejar Rebutan Gelar dengan Arsenal
-
Bruno Fernandes Pecahkan Rekor 26 Tahun Milik David Beckham
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Ucap Selamat Lebaran 2026, Postingan Cristiano Ronaldo Tembus 6 Juta View dalam 2 Jam
-
Dituding Tak Loyal ke Pemerintah, Sardar Azmoun Dicoret dari Timnas Iran
-
Status WNI Dean James Jadi Skandal, KNVB: Ini Kasus yang Rumit, Mohon Bersabar
-
Skandal! Dean James Punya 2 Paspor? NAC Breda Desak KNVB Selidiki
-
Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol
-
Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia
-
FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026
-
Siapa Marco Giampaolo? Eks AC Milan yang Resmi Jadi Pelatih Emil Audero
-
FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
-
Profesionalisme Tingkat Tinggi: Kisah Hugo Ekitike Rela Lebaran di Pesawat Demi Liverpool