Suara.com - Kediaman Lionel Messi di Barcelona memiliki keunikan tersendiri yang tidak didapat pesepak bola dunia lainnya, bahkan sangat diistimewakan.
Lionel Messi memiliki rumah di Kota Gava, Castelldefels yang hanya berjarak 10 kilometer dari Bandara El Prat, tepatnya di sisi barat area bandara.
Tak heran jika kediaman Lionel Messi itu kerap dilewati pesawat yang terbang dari kota-kota Spanyol Selatan, Portugal dan Maroko.
Baik ketika take-off maupun mendarat, tentu kondisi itu sangat mengganggu Lionel Messi yang membutuhkan ketenangan di rumahnya.
Rumah yang dibangun oleh arsitek kenamaan dan termahal Spanyol, Luis de Garrido lengkap dengan gim, kolam renang, lapangan sepak bola mini hingga taman bermain.
Pemandangan rumah tersebut semakin menghanyutkan jiwa karena tepat menghadap ke Laut Balearic, di samping otoritas bandara yang melarang pesawat melintas di atasnya.
Sebelumnya Presideng Vueling, Javier Sanchez-Prieto menyebut akan ada proyek baru yang menyulitkan rute pesawat, sehingga pesawat dilarang terbang di area tersebut.
"Ada pembatasan lingkungan terhadap kota Gava di pinggiran Barcelona, di mana Messi tinggal," ucap Pietro dikutip dari Marca.
"Karena Anda tidak dapat melewati tempat Messi tinggal. Ini tidak terjadi di tempat mana pun di dunia." imbuhnya.
Baca Juga: Rahasia Manis di Balik Lionel Messi Mengajak Seluruh Keluarga ke Paris
Ternyata eh ternyata, larangan pesawat melintas di atas rumah Messi karena area kediaman La Pulga berada di kawasan yang dilindungi negara.
Tepatnya di kawasan Parque Natural de Garraf, jaraknya sekitar 25 km dari Bandara El Prat, Barcelona.
Kawasan Parque Natural de Garraf ini terntyata merupakan kawasan yang dilindungi pemerintah Spanyol lewat undang-undang.
Dikarenakan area tersebut berisi flora dan faunan yang keberadaannya hampir punah, otoritas Spanyol menyebut suara bising pesawat ketika melintas mengganggu habitat.
Messi membeli rumah tersebut seharga 1,8 juta euro atau sekitar lebih dari Rp31 miliar, namun ia harus merogoh gocek lagi sebanyak 6 juta euro untuk renovasi.
Jika dilihat dari atas, kediaman Messi itu berbentuk seperti bola di dalam sebuah kotak dan jika dilihat secara keseluruhan maka akan terlihat nomor punggung 10.
Berita Terkait
-
Pengakuan Juwensley Onstein: Saya Diasuh Keluarga Angkat
-
Selangkah Lagi ke Barcelona, Juwensley Onstein Bisa Dibujuk John Herdman Bela Timnas Indonesia?
-
Dua Pemain Kunci Barcelona Absen Lawan Eks Klub Kevin Diks, Fermin Lopez Jadi Tumpuan
-
Dulu Ngaku Punya Darah Indonesia, Juwensley Onstein Ralat Kata-katanya usai Gabung Barcelona
-
Darah Medan di Camp Nou: Juwensley Onstein Resmi Jalani Tes Medis di Barcelona
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
John Herdman: Persija Jakarta Luar Biasa
-
Media Belanda: Transfer Maarten Paes ke Ajax Kental Campur Tangan Ordal PSSI
-
Mauricio Souza: Saya Suka Inisiatif John Herdman
-
Marc-Andre ter Stegen Hengkang ke Girona, Siapa Kapten Baru Barcelona?
-
Pengakuan Juwensley Onstein: Saya Diasuh Keluarga Angkat
-
Arbeloa Targetkan Poin Penuh di Lisabon Demi Hindari Drama Playoff Liga Champions Musim Ini
-
Misi Kemanusiaan Viking Persib Club: Ubah Jersey Marc Klok Jadi Ribuan Porsi Makanan di Cisarua
-
Kapten Timnas Futsal Indonesia Belum Puas Meski Sudah Bantai Korsel, Kenapa?
-
Bukan Transfer Dadakan, Terungkap Ajax Ternyata Sudah Pantau Maarten Paes Sejak Dua Tahun Lalu
-
Dihujat Pulang ke Liga Indonesia, Shayne Pattynama: Jangan Rendahkan Sepak Bola Sendiri