- Komando Pusat AS mengumumkan kecelakaan pesawat pengisi bahan bakar KC-135 di Irak barat pada Kamis (12/3/2026).
- Insiden ini dipastikan murni kecelakaan saat misi Operation Epic Fury; satu pesawat jatuh, satu selamat.
- Kecelakaan terjadi di tengah eskalasi konflik intens antara AS dan Iran yang telah memakan korban.
Suara.com - Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengumumkan insiden kecelakaan udara yang melibatkan pesawat pengisi bahan bakar (refueling aircraft) jenis KC-135 di wilayah Irak bagian barat pada Kamis (12/3/2026).
Militer AS menegaskan bahwa insiden ini murni kecelakaan dan tidak disebabkan oleh serangan musuh maupun tembakan dari pihak kawan (friendly fire).
Pihak Centcom menjelaskan bahwa insiden tersebut melibatkan dua unit pesawat yang sedang menjalankan misi dalam Operation Epic Fury.
Satu pesawat dilaporkan jatuh, sementara satu pesawat lainnya berhasil mendarat dengan selamat. Hingga saat ini, pihak otoritas militer belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun cedera dari awak pesawat yang terlibat.
Proses pencarian dan penyelamatan (rescue efforts) saat ini masih terus berlangsung di wilayah udara yang diklaim sebagai "wilayah udara kawan" tersebut.
Pihak Centcom meminta pengertian publik agar bersabar menunggu detail informasi lebih lanjut demi kepentingan keluarga para prajurit yang terdampak.
Pesawat KC-135, yang merupakan produksi Boeing dan mulai beroperasi sejak 1956, memegang peranan krusial dalam perang AS melawan Iran.
Pesawat ini memiliki kemampuan untuk menempuh jarak hingga 1.500 mil dengan membawa sekitar 150.000 pon bahan bakar untuk disalurkan kepada pesawat tempur milik Angkatan Udara, Angkatan Laut, Korps Marinir AS, serta pesawat dari negara-negara aliansi.
Eskalasi Konflik yang Intens
Baca Juga: Update Terkini Perang Iran, Israel Makin Hancur Hingga Ledakan di Mana-mana
Kecelakaan ini terjadi di tengah memanasnya perang di Iran. Operasi militer AS dan Israel terus menggempur berbagai target di dalam wilayah Iran, sementara Teheran tetap memberikan perlawanan dengan menyerang aset-aset Israel dan AS di negara-negara kawasan Teluk.
Data dari Centcom mencatat skala kehancuran yang masif dalam konflik ini:
- Serangan Udara: AS telah menghantam sekitar 6.000 target di dalam wilayah Iran
- Serangan Maritim: Lebih dari 90 kapal Iran telah dihantam atau ditenggelamkan, termasuk 30 di antaranya adalah kapal penabur ranjau (mine-laying boats).
Data Pentagon sebelumnya mencatat bahwa setidaknya tujuh personel militer AS telah gugur dalam pertempuran ini, sementara 140 lainnya mengalami luka-luka.
Berita Terkait
-
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Viral Harga Tiket Padang ke Jepang cuma Rp350 Ribu, Lebih Murah 3 Kali Lipat Dibandingkan Jakarta
-
Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!