Suara.com - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyebut PSM Makassar masih belum melunasi tunggakan gaji 17 pemainnya. Masalah ini pun sudah sampai ke ranah National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia.
Pada putusan NDRC awal April 2021, PSM diharuskan melunasinya. Jika tidak, ada sanksi dilarang mendaftarkan pemain selama tiga periode transfer.
Total tunggakan gaji skuad Juku Eja --julukan PSM-- sekitar Rp6 miliar. NDRC Indonesia memberikan tenggat waktu selama 45 hari kepada PSM untuk melunasi hutangnya yang jatuh tempo pada awal Juni lalu.
Sanksi larangan mendaftarkan pemain buat PSM sejatinya sudah aktif karena tanggal jatuh tempo sudah terlewat. Namun, sanksi itu bisa dicabut kapan pun kalau PSM Makassar melunasi hutangnya.
Dalam keterangan APPI, PSM masih bisa melunasi hutangnya maksimal tujuh hari etelah kick-off kompetisi pada 27 Agustus mendatang. Lewat dari itu, mereka baru dilarang mendaftarkan pemain.
Nah, yang menjadi pertanyaan seberapa kuat hukum NDRC? APPI menegaskan bahwa keputusan NDRC punya kekuatan hukum yang mengikat sehingga sanksinya pasti akan berjalan buat klub penunggak gaji pemain.
Dalam hal ini, APPI sudah berkomunikasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator dan PSSI sebagai federasi. Mereka pun menuntut keduanya tegas patuhi aturan.
"Jadi untuk putusan NDRC harus dipatuhi. Jika ada yang melanggar atau tidak diikuti, maka ada kewenangan pada PSSI dan PT LIB. Karena PT LIB operator yang menyelenggarakan kompetisi," kata Legal APPI Jannes H. Silitonga, saat memberikan keterangan virtual, Jumat (13/8/2021).
"Ini sudah disampaikan kepada PSSI. Ini sama seperti dengan jika pemain asing bersengketa di DRC seperti itu, FIFA akan memberi warning."
Baca Juga: Liga 1 2021 Segera Bergulir, PSIS Semarang Mulai Asah Taktik
"Kalau ingin berkompetisi harus melaksanakan keputusan hukum yang sudah tetap. Makanya NDRC Indonesia menyampaikan kepada PSSI, sehingga PSSI, lah yang bisa membuat keputusan sesuai dengan putusan NDRC," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukit menyebut persoalan NDRC dengan PSM Makassar belum dipelajarinya secara detail.
"Soal update ini, saya belum dapat info terkini karena masih diurus PSSI dan tim kompetisi. Nanti saya cek," ujar Akhmad Hadian Lukita saat dihubungi awak media.
"Ini semestinya ditanya ke PSM, saya belum tahu detailnya dan harus melihat dokumennya lagi. Mudah-mudahan ada progress, tapi saya belum update makanya belum bisa jawab," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Persis Solo: Tunggakan Gaji Pemain Bukan Tanggung Jawab Kaesang Pangarep dkk
-
Kembali Berlatih pasca PPKM, Persija Benahi Fisik Pemain
-
Darije Kalezic, Eks Nakhoda PSM yang Kini Jadi Pelatih Bagus Kahfi di Jong Utrecht
-
Borneo FC Terus Matangkan Taktik Jelang Bergulirnya Liga 1 2021
-
Berusia 33 Tahun, Irfan Bachdim: Saya Masih Merasa Muda
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal