Bola / Bola Dunia
Selasa, 05 Mei 2026 | 09:28 WIB
Kayne van Oevelen memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. (ig FC Volendam)
Baca 10 detik
  • Kiper FC Volendam asal Indonesia, Kayne van Oevelen, terpilih sebagai Pemain Terbaik Eredivisie periode bulan April.
  • Penghargaan tersebut diraih berkat catatan dua clean sheet dan empat belas penyelamatan krusial bagi timnya.
  • Pemain berusia 22 tahun keturunan Surabaya ini berpeluang memperkuat Timnas Indonesia karena belum pernah membela Belanda.

Suara.com - Satu lagi talenta berdarah Indonesia mencuri perhatian di panggung sepak bola Eropa. Kiper muda FC Volendam, Kayne van Oevelen secara resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eredivisie untuk edisi bulan April.

Pengakuan prestisius ini datang setelah kiper berusia 22 tahun tersebut menunjukkan performa fenomenal di bawah mistar gawang.

Menurut laporan media Belanda, Voetbalprimeur kontribusinya sangat krusial dalam membantu Volendam meraih poin-poin penting dalam perjuangan mereka keluar dari zona degradasi.

"Pemain andalan FC Volendam dinobatkan sebagai pemain terbaik bulan ini setelah meraih poin-poin penting," tulis Voetbalprimeur dalam tajuk laporannya.

Gelar ini bukanlah tanpa alasan. Statistik Van Oevelen sepanjang bulan April memang sangat mentereng.

Dari tiga pertandingan yang ia jalani, ia sukses mencatatkan dua kali clean sheet dan melakukan total 14 penyelamatan penting.

"Van Oevelen mencatatkan dua kali clean sheet dan melakukan empat belas penyelamatan. Akibatnya, kiper tersebut dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bulan Ini untuk pertama kalinya dalam kariernya," jelas Voetbalprimeur.

Yang lebih menarik bagi publik sepak bola Indonesia adalah fakta bahwa penjaga gawang dengan postur raksasa 199 cm ini ternyata memiliki ikatan darah dengan tanah air.

Penjaga gawang berusia 22 tahun ini diketahui memiliki garis keturunan dari Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga: Update Kasus Pasporgate Dean James: Liga Belanda Terancam Chaos!

Peluangnya untuk suatu saat nanti membela Timnas Indonesia pun sangat terbuka lebar.

Hingga saat ini, pemain kelahiran 7 Agustus 2003 tersebut tercatat belum pernah menerima panggilan dari tim nasional Belanda di level manapun, baik junior maupun senior.

Hal ini akan mempermudah proses perpindahan federasi jika PSSI memutuskan untuk menaturalisasinya di masa depan.

Load More