Suara.com - Perjalanan karier Wes Morgan bersama Leicester City ditutup dengan manis pada akhir musim lalu.
Setelah sempat membawa Leicester City promosi ke Liga Primer Inggris pada musim 2014-2015, Wes Morgan berhasil mempersembahkan sejumlah gelar untuk The Foxes.
Setidaknya, Ia sukses membawa timnya itu menjadi juara Liga Primer Inggris saat berstatus sebagai tim promosi, tepatnya pada musim 2015-2016.
Di akhir kariernya, Wes Morgan juga sukses menutupnya dengan manis. Gelar juara Piala FA 2021 berhasil dipersembahkan untuk Leicester City.
Sejumlah pencapaian ini pun membuat pemain berusia 37 tahun itu dinobatkan sebagai legenda Leicester City.
Mantan mahasiswa ekonomi
Pemain dengan nama lengkap Westley Nathan Morgan ini lahir di Nottingham, 21 Januari 1984. Meski lahir di Inggris, tetapi Wes Morgan tercatat sebagai pemain timnas Jamaika.
Salah satu kisah menyentuh hati yang mengiringi perjalan karier sepak bola Wes Morgan terjadi saat ia berusia 15 tahun.
Ketika itu, dia sempat ditolak oleh klub Nottingham Forest. Peristiwa ini sempat membuat Wes Morgan merasa drop.
Baca Juga: Leicester Rekrut Jannik Vestergaard dari Southampton
Efeknya, dia juga berpikir untuk meninggalkan dunia sepak bola sebagai jalan hidup maupun kariernya.
Akhirnya, dia sempat pergi untuk belajar bisnis di South Notts College sembari bermain di kompetisi semi profesional di Aliansi Sepak Bola Midland.
Penampilan impresifnya di sana tercium oleh Nottingham Forest, klub yang sempat menolaknya. Ketika itu, Nottingham mengontrak Wes sebagai pemain magang sembari menempuh pendidikan.
Tak ada biaya transfer yang dikeluarkan. Tetapi Dunkirk menerima dua perlengkapan dari Nottingham Forest.
Setelah hampir sepuluh tahun berkostum Nottingham Forest, Wes Morgan akhirnya direkrut oleh Leicester City pada 20 Januari 2012.
Pensiun sebagai legenda Leicester
Berita Terkait
-
Kasper Schmeichel Pensiun, Cedera Bahu Akhiri Karier Sang Legenda Denmark
-
Bali United Dirumorkan Tertarik Datangkan Eks Striker Leicester City
-
Siap Latih Timnas Italia, Claudio Ranieri: Ketika Negara Memanggil, Harus Bilang Ya
-
Usai Sedekade Juara Premier League, Leicester City Kini Degradasi ke Kasta Tiga Liga Inggris
-
Leicester City Resmi Mendapat Pengurangan 6 Poin usai Banding Ditolak
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
5 Fakta Kemenangan Meksiko di Laga Perdana Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah
-
Bentrokan Pecah di Pembukaan Piala Dunia 2026, Polisi dan Massa Saling Serang
-
Puluhan Ponsel Raib di Pembukaan Piala Dunia 2026, Polisi Curiga Ada Jaringan Copet Internasional
-
Gak Usah Lebay! Respon Nyeleneh Infantino Soal Wasit Somalia Ditolak Masuk AS
-
Pembukaan Piala Dunia 2026 Makan Korban Jiwa: Satu Suporter Meninggal Dunia
-
Di Balik Megahnya Piala Dunia 2026: Buruh Jahit Bola Trionda Cuma Diupah Rp18 Ribu
-
Hasil Meksiko vs Afsel: Julian Quinones Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2026
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa