- Dewan banding independen menolak permohonan Leicester City sehingga hukuman pengurangan enam poin tetap diberlakukan secara final.
- Leicester City terbukti melanggar aturan Profitability and Sustainability Rules karena melampaui batas kerugian sebesar 20,8 juta pound.
- Pengurangan poin menyebabkan performa tim menurun dan kini mereka terancam degradasi dengan lima pertandingan tersisa musim ini.
Suara.com - Leicester City dipastikan tetap menerima hukuman pengurangan enam poin setelah banding yang diajukan klub ditolak.
Sanksi tersebut sebelumnya dijatuhkan akibat pelanggaran aturan keuangan oleh English Football League. Keputusan itu kini telah diperkuat oleh dewan banding independen.
Premier League dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa keputusan tersebut sudah final.
“Keputusan komisi independen yang merekomendasikan pengurangan enam poin terhadap Leicester City Football Club musim ini telah dijatuhkan oleh dewan banding independen,” demikian pernyataan resmi liga.
Dampak dari pengurangan poin itu cukup signifikan. Leicester sempat terjun dari posisi ke-17 ke peringkat ke-20 klasemen Championship. Kini, performa tim berjuluk The Foxes juga terus menurun hingga masuk zona degradasi, hanya terpaut satu poin dari zona aman dengan lima pertandingan tersisa.
Kasus ini bermula pada Mei 2025 ketika Leicester didakwa melanggar aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) terkait musim 2023/2024. Saat itu, mereka masih berkompetisi di Championship.
Setelah terdegradasi, penanganan kasus dialihkan ke EFL yang kemudian menyatakan Leicester bersalah karena melampaui batas kerugian yang diizinkan.
Berdasarkan aturan PSR, klub di Premier League tidak boleh mengalami kerugian lebih dari 105 juta pound dalam tiga tahun. Namun, Leicester tercatat melampaui batas pengeluaran EFL sebesar 20,8 juta pound dari ambang 83 juta pound.
Dalam proses banding, Leicester sempat berargumen bahwa periode evaluasi seharusnya dihitung selama 36 bulan, bukan 37 bulan. Meski komisi menerima penggunaan periode 36 bulan, hasilnya tetap menunjukkan pelanggaran.
Baca Juga: Pep Guardiola Ingin Tinggalkan Manchester City, Klub Mulai Siapkan Skenario
Klub pun menyatakan kini fokus penuh untuk menyelesaikan sisa musim.
“Dengan kasus ini yang telah berakhir dan lima pertandingan tersisa, seluruh elemen klub sepenuhnya fokus pada laga-laga ke depan dan menentukan nasib musim kami melalui hasil di lapangan. Kami tahu ini adalah periode yang menantang dan kami berterima kasih atas dukungan para suporter,” tulis pernyataan resmi klub.
Sejak hukuman diberlakukan, performa Leicester kian menurun. Mereka hanya meraih satu kemenangan dari 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Situasi ini membuat Leicester menghadapi ancaman degradasi kedua secara beruntun, sekaligus menjadi ujian berat dalam upaya bertahan di kasta saat ini.
(Antara)
Berita Terkait
-
Pep Guardiola Ingin Tinggalkan Manchester City, Klub Mulai Siapkan Skenario
-
Tottenham Tunjuk Roberto De Zerbi sebagai Nakhoda Baru
-
Kata-kata Haru Mohamed Salah Usai Resmi Tinggalkan Liverpool Akhir Musim
-
Kepa Arrizabalaga Biang Kerok Kekalahan Arsenal dari Manchester City
-
Liverpool Tumbang di Markas Brighton, Ini Dalih Arne Slot
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Asap Hitam Menyelimuti Kota Rio, Kebakaran Hebat Stadion Picu Kepanikan Warga
-
Bukan Hanya Malaysia, Timnas Indonesia Juga Bisa Naturalisasi Produk Akademi Arsenal
-
Bojan Hodak Berpotensi Cabut dari Persib Jika Hal Ini Tak Tercapai
-
Wasit Jadi Sorotan! Hector Souto Kritik Keras Kepemimpinan Wasit Laga AFF
-
Alasan Mohamed Salah Dicadangkan Saat Arne Slot Pilih Taktik Bertahan Lawan PSG
-
NAC Breda Tak Terima Dean James Bebas Masalah Paspor, Ajukan Banding ke KNVB
-
Lolos ke Semifinal, Timnas Futsal Indonesia Sudah Capai Target di Piala AFF Futsal 2026
-
Piala AFF Futsal 2026: Indonesia akan Kesusahan Lawan Vietnam
-
Tanpa Kiper Eropa, Ini 4 Penjaga Gawang Lokal yang Siap Jadi Benteng Timnas Indonesia di Piala AFF
-
Dean James Bebas Sanksi dari Skandal Paspor, Buka Peluang Kembali Bela Go Ahead Eagles