Suara.com - Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam buka suara usai pemainnya, Muhammad Nadhiif, menerima tendangan kungfu dari penggawa AHHA PS Pati FC, Syaiful Indra Cahya di laga uji coba yang berlangsung di Pancoran Soccer Field, Jakarta, Senin (6/9/2021).
Menurut Nazaruddin apa yang dilakukan eks pemain Arema FC tersebut sangat membahayakan kesalamatan pemainnya. Ia pun memerintahkan sekretaris umum Persiraja, Rahmat Djailani untuk tidak menggelar uji coba selama Liga 1 2021/2022 berlangsung.
Memang, uji coba yang dilakukan Persiraja digelar ketika kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Liga 1, berjalan. Bahkan, Persiraja sudah melakoni laga perdananya melawan Bhayangkara FC, Minggu (29/8/2021).
Sementara AHHA PS Pati yang bermain di Liga 2, masih menunggu kejelasan kapan kompetisi digelar. Sehingga sah-sah saja mereka beruji coba sebagai bagian dari persiapan tim.
"Saya sangat kecewa saat uji coba menghadapi AHHA PS Pati FC. Bukan masalah hasil, tapi keselamatan pemain," kata Nazaruddin Deg Gam dikutip dari Instagram pribasi miliknya, @nazaruddin_dekgam, Selasa (7/9/2021).
"Sudah saya perintahkan sekum untuk tidak ada uji coba lagi dengan siapapun selama kompetisi berlanjut," sambungnya.
Tidak hanya itu, di dalam captionnya, ia menuliskan kalimat sindiran. Menurutnya, apa yang dilakukan Syaiful Indra bukanlah olahraga sepak bola.
"Ini sepak bola bos, bukan karate," tulis lelaki yang juga anggota DPR RI tersebut.
Aksi brutal Syaiful Indra bertebaran di media sosial. Warganet banyak yang menyayangkan aksi tak terpuji itu karena sangatlah membahayakan.
Baca Juga: Profil Syaiful Indra Cahya, Bek AHHA PS Pati yang Tendang Wajah Pemain Persiraja
Syaiful pun telah menyampaikan permohonan maaf kepada Nadhiif yang juga sudah direspons oleh sang pemain. AHHA PS Pati FC juga sudah melayangkan teguran resmi kepada pemainnya itu untuk tidak mengulanginya lagi.
Jika Syaiful kembali berulah melakukan pelanggaran keras, AHHA PS Pati FC akan melakukan skorsing hingga dipecat dari tim.
Tag
Berita Terkait
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Kata-kata Bojan Hodak Usai Antarkan Persib Bandung Hat-trick Juara Liga 1
-
John Herdman 'Abaikan' Juara Liga 1 Persib Bandung Pilih Persija, Ada Apa?
-
Persib Hat-trick Juara, Liga Indonesia Resmi Milik Maung Bandung
-
Hanya Satu yang Tercecer! 17 Tim Liga 1 Lolos Lisensi, PSBS Biak Ada Apa?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim