Suara.com - Pengumuman tuan rumah Liga 2 2021 akan dilakukan hari ini, Kamis (16/9/2021). Penentuan dilakukan bersamaan dengan digelarnya managers meeting tim-tim Liga 2 musim ini.
Kepastian itu disampaikan usai digelarnya rapat antara PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator dan PSSI, Rabu (15/9/2021) malam.
Dalam rapat membahas Liga 2 itu, dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Iwan Budianto, Sekjen Yunus Nusi, Wasekjen Maaike Ira Puspita dan Dirtek Indra Sjafri.
Adapun dari PT LIB hadir Direktur utama Akhmad Hadian Lukita dan Direktur operasional Sudjarno. Liga 2 rencananya akan dijalankan pada 26 September mendatang.
Liga 2 2021 nantinya akan diikuti 24 klub yang dibagi dalam empat grup. Oleh sebab itu, harus ditentukan siapa yang berhak menjadi ruan rumahnya.
"Hari ini kami mematangkan teknis untuk pelaksanaan Liga 2 2021 nanti. Besok (hari ini) Kamis kami akan menggelar managers meeting bersama seluruh perwakilan klub Liga 2 2021," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam rilis PSSI.
Iriawan menjelaskan PSSI dan PT LIB telah siap menjalankan Liga 2 musim ini. Sama seperti Liga 1 2021/2022, Liga 2 juga berlangsung tanpa penonton.
Kemudian untuk penentuan rumah rumah lebih dahulu dilakukan verifikasi. Situasi dan kondisi pandemi Covid-19 di daerah juga jadi bahan pertimbangan.
"Untuk klub yang terpilih menjadi tuan rumah babak penyisihan grup Liga 2 2021, kami melakukan verifikasi terlebih dulu," jelas Iriawan.
Baca Juga: Tak Terpilih Jadi Tuan Rumah Grup Liga 2 2021, PSMS Ikhlas
"Kemudian kami juga akan mempertimbangkan terkait kondisi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota masing-masing. Pada saat managers meeting kami akan umumkan empat tuan rumah penyisihan grup,” imbuh Iriawan.
Sebelumnya, ada 11 tim yang telah mengajukan diri sebagai tuan rumah. Mereka adalah PSMS Medan, PSPS Riau, Sriwijaya FC, RANS Cilegon FC, Martapura Dewa United FC, PSKC Cimahi, Persekat Tegal, PSCS Cilacap, Persis Solo, Kalteng Putra FC, dan Persiba Balikpapan.
Berita Terkait
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
Timnas Indonesia Tanpa Pesawat Carter di Piala AFF 2026, Sumardji Jamin Fasilitas Tetap Maksimal
-
Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia, Erick Thohir Beri Pesan Tegas
-
Mimpi Prabowo Bisa Terwujud? FIFA Buka Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
-
Gothia Cup 2026: Akademi Persib Cimahi Bidik Back to Back Juara
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?
-
Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
-
Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral
-
Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung
-
Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga
-
Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama
-
Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama
-
Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!
-
PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN