- Dosen UGM Nabiyla Risfa Izzati menerima ancaman dan doxing setelah mengkritik kasus mutasi ASN di media sosial.
- Pelaku mengirim pesan intimidasi pada 16 Juli 2026 dan menuntut penghapusan unggahan terkait Kementerian Pekerjaan Umum tersebut.
- Nabiyla melayangkan somasi hukum menuntut pertanggungjawaban pelaku atas pelanggaran UU Pelindungan Data Pribadi dan akses sistem elektronik.
Suara.com - Dosen Hukum Ketenagakerjaan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Nabiyla Risfa Izzati, menjadi korban intimidasi dan pengancaman oleh orang tidak dikenal.
Insiden ini terjadi setelah Nabiyla merespons sebuah unggahan di media sosial X mengenai dugaan mutasi sepihak terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Dalam unggahan di akun X pribadinya (@nabiylarisfa), ia menyoroti kasus seorang ASN yang telah mengabdi selama 27 tahun namun jabatannya diturunkan secara drastis dari Eselon 3a menjadi Pelatihan Teknis di Maluku Utara.
Merespons ketidakadilan tersebut, dosen hukum ini menulis: "PTUN-in aja sih pejabat dzalim kayak gini. Greget banget gweh."
Cuitan itulah yang kemudian memicu reaksi intimidatif dari pihak misterius tersebut.
Tindakan intimidasi tersebut tidak hanya berupa pesan ancaman biasa, melainkan dibarengi dengan tindakan penyerangan privasi digital secara serius. Oknum tersebut mengancam akan melakukan doxing atau penyebaran data pribadi korban dan keluarganya, bahkan hingga melacak posisi geografis korban secara akurat.
"Saya mendapatkan pesan Whatsapp dari satu nomor ponsel pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 14.23 WIB," kata Nabiyla saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).
Menurut pengakuan Nabiyla, pesan yang masuk ke ponselnya memuat narasi yang intimidatif. Pelaku menyertakan data sensitif dengan tujuan untuk menakut-nakuti agar korban menuruti kemauan dari oknum misterius tersebut.
"Isinya bernada ancaman dan intimidasi disertai dengan doxing data pribadi dan keluarga saya serta koordinat lokasi/posisi saya di Google Maps," ungkapnya.
Baca Juga: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog
Nabiyla menjelaskan bahwa oknum tersebut meminta unggahan itu dihapus sebab disebut telah menimbulkan kegaduhan.
"Pengirim pesan tersebut meminta saya menghapus postingan di media sosial X (miliknya) karena dianggap telah menimbulkan kegaduhan," ucapnya.
Tidak tinggal diam atas tindakan sewenang-wenang tersebut, Nabiyla langsung mengambil langkah tegas. Ia memutuskan untuk melayangkan somasi kepada oknum tak dikenal itu.
"Terhadap tindakan pengancaman dan doxing ini, saya telah melayangkan somasi kepada pemilik/pengguna nomor ponsel tersebut melalui sebuah firma hukum. Somasi sudah terkirim ke nomor ponsel tersebut dan belum ada tanggapan lebih lanjut dari yang bersangkutan," ujarnya.
Melalui firma hukum IBLM Law Group selaku kuasa hukumnya, Nabiyla secara resmi mengirimkan Surat Peringatan Hukum Pertama dan Terakhir per tanggal 17 Juli 2026.
Somasi tersebut ditujukan langsung kepada pemilik nomor ponsel yang terbukti melakukan pengancaman guna menuntut pertanggungjawaban dalam waktu 3x24 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama
-
Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama
-
Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!
-
PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN
-
MPLS Berakhir, MBG jadi Pengalaman Pertama Mencicipi Buah Impor bagi Siswa di Sekolah Kecil Jogja
-
Kisah BRILink Agen Simalungun: Dulu Jemput Bola, Kini Bawa Pulang Mobil dari BRI
-
Luke Vickery Pasang Target Ambisius Setelah Penuhi Syarat Bela Timnas Indonesia
-
Pintu Kamar Terbuka, Muncul Rekan Sejawat: Detik-Detik Oknum Polisi Blitar Terjaring Pesta Sabu
-
Nyaman Bersama Mandiri, Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan