Suara.com - Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi selama beberapa tahun belakangan silih berganti menjadi pemain terbaik dunia alias Ballon d'Or. Tak mengherankan. Sebab, gol demi gol dan juara lahir dari aksi keduanya.
Selain penyerang, agaknya jarang ada yang melihat sosok kiper sebagai peraih gelar pemain terbaik dunia. Paling banter masuk nominasi dan itu juga amat jarang.
Namun demikian, ada sederet nama penjaga gawang yang masuk dalam daftar nominasi dan pernah menyabet gelarnya, meski hanya 1 pemain saja. Berikut rangkumannya:
Italia terkenal sejak dulu mampu melahirkan penjaga gawang berkualitas. Salah satunya adalah Zoff di tahun 1960an.
Pada musim 1973, Zoff yang bermain untuk Juventus masuk dalam daftar nominasi pemain terbaik. Saingannya juga cukup berat ketika itu, Johan Cruyff.
Untuk pencapaian, Zoff bisa dibilang istimewa hingga ia masuk dalam daftar nominasi. Ia hanya kebobolan 37 kali dalam 50 pertandingan.
Selain itu, Zoff juga 24 clean sheets. Secara total, Zoff meraih 9 trofi di level klub bersama Juventus. Bersama Timnas Italia Zoff tak kalah sukses, karena berhasil membawa Italia menjuarai Piala Eropa 1968 dan Piala Dunia 1982.
Tapi, Zoff hanya menempati posisi tiga besar. Seperti yang dikatakan sebelumnya, ia kalah dari Cruyff.
Baca Juga: 5 Pesepak Bola Minim Haters, Ada yang Murah Senyum dan Religius
Ivo Viktor
Ada yang pernah mendengar namanya? Pada 1976 nama Viktor menggemparkan sepak bola Eropa.
Pasalnya, pada Piala Eropa edisi tahun tersebut, Victor sukses menjuarai Piala Eropa dan Viktor adalah salah satu bagian dari tim tersebut.
Pada akhir tahun, namanya masuk nominasi 3 calon pemain terbaik dunia. Hanya, pemain asal Ceko Slovakia itu gagal menempati urutan pertama karena kalah dari Franz Beckenbauer yang menjuarai Liga Champions bersama Bayern Munchen.
Kahn tak bisa dimungkiri adalah salah satu talenta terbaik yang dimiliki Timnas Jerman. Pada 2001 dan 2002 mungkin adalah masa-masa terbaik buat kiper Bayern Muenchen ini.
Betapa tidak. Selama 2 musim beruntun, Kahn selalu masuk daftar nominasi tiga pemain terbaik dunia. Hanya, di musim 2001 ia kalah dari Michael Owen dan Raul Gonzalez di musim berikutnya.
Padahal, jika bicara prestasi, Kahn nyaris memiliki segalanya. Bersama Bayern Munchen, ia meraih 3 trofi, yaitu Bundesliga, Liga Champions, dan Piala Interkontinental.
Cerita Neuer sama seperti Kahn. Pada 2014, penjaga gawang Bayern Muenchen ini masuk nominasi 3 pemain terbaik dunia. Tapi, di akhir cerita, Neuer justru hanya menempati posisi ketiga.
Padahal, capaian Neuer adalah juara Piala Dunia 2014. Di hajatan 4 tahunan tersebut, dirinya juga menyabet penjaga gawang terbaik sepanjang turnamen.
Tapi, penilaian dijatuhkan dengan faktor lain. Cristiano Ronaldo yang ketika itu meraih Ballon d'Or dianggap lebih pantas karena meraih gelar Liga Champions beruntun selama 4 musim.
Pada musim 2006, bisa dibilang adalah masa keemasan Buffon. Namanya bersinar saat membela panji Timnas Italia dengan menjuarai Piala Dunia 2006.
Namun, putusan berkata lain. Buffon yang masuk 3 pemain terbaik mesti kalah. Padahal, dalam turnamen, pemain Parma ini hanya kebobolan 2 gol.
Adalah kompatriotnya yang meraih gelar juara yakni Fabio Cannavaro. Ketika itu, eks pemain Inter dan Juventus itu dianggap pemain paling berpengaruh lantaran menjadi kapten tim.
Nama terakhir yang menjadi penutup adalah Yashin. Memang tak terlalu populer di masa sekarang karena dia adalah penjaga gawang Uni Soviet di edisi 1963.
Ketika itu, Yashin sukses membawa timnya Dynamo Moscow menjuarai Liga Uni Soviet. Sebelumnya, dia juga sukses membawa Uni Soviet menjuarai Piala Eropa.
Dan Yashin pula yang menjadi kiper satu-satunya yang meraih gelar juara Ballon d'Or. Itu terjadi saat dirinya menjuarai Liga Uni Soviet di edisi 1963.
Penulis: Kusuma Alan
Berita Terkait
-
Maarten Paes Incar Posisi Kiper Utama Ajax Musim Depan Usai Debut Manis Lawan NEC Nijmegen
-
Joan Laporta Blak-blakan Hubungan dengan Lionel Messi Sudah Rusak, Ada Insiden di Ballon d'Or
-
Penyerang Andalan STY Berubah Posisi Jadi Kiper, Apa Alasannya?
-
Ibu dari Kiper Keturunan Indonesia yang Trial di Atletico Madrid Beri Kode Naturalisasi?
-
Tembok Kokoh Garuda: Emil Audero Lakukan 6 Penyelamatan Krusial Lawan Genoa
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mampukah Calvin Verdonk Bawa Lille Comeback atas Red Star Belgrade?
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Gabung ke Tim Zona Merah Super League
-
Tanpa Pembelaan, Pelatih Dortmund Merasa Pantas Tersingkir dari Liga Champions
-
John Herdman Dipuji Pundit Malaysia: Jauh Lebih Visioner Dibanding Patrick Kluivert
-
Luis Enrique Akui PSG Dibuat Menderita Meski Lolos ke 16 Besar Liga Champions
-
Thom Haye Absen Lawan Madura, Persib Siapkan Skenario Alternatif
-
Main di GBLA, Federico Barba Pastikan Persib Bandung Siap Pertahankan Tren Positif
-
Alasan Layvin Kurzawa Belum Juga Tampil Bersama Persib Bandung di Super League
-
Pesan Ketua Umum PSSI ke John Herdman: Jangan Remehkan Saint Kitts and Nevis!
-
Persib Bandung Tanpa Bojan Hodak saat Hadapi Madura United, Federico Barba Tanggapi Santai