Bola / Bola Dunia
Sabtu, 25 September 2021 | 16:20 WIB
Banner tribute untuk Diego Maradona yang terpampang di Stadio San Paolo markas Napoli. [MARIO LAPORTA / AFP]

Tak banyak yang mengenal nama Federico Pisani. Namun bagi para pendukung Atalanta, namanya harum semerbak dan akan selalu dikenang.

Pisani adalah bomber tajam didikan Atalanta yang melakukan debutnya pada usia 17 tahun di tahun 1992. Kemampuan yang ia miliki membuat kariernya melonjak dan menjadi salah satu talenta muda terbaik yang dimiliki La Dea.

Sayang pada usia 22 tahun, Pisani meninggal dunia akibat kecelakaan mobil. Demi mengenang jasanya, Atalanta pun akhir memensiunkan nomor 14 yang ia kenakan semasa bermain.

3. Davide Astori (Fiorentina)

Kapten Fiorentina Davide Astori [AFP]

Davide Astori merupakan salah satu pemain yang dicintai publik Firenze. Ia merupakan kapten dan tulang punggung Fiorentina semasa bermain.

Naasnya, Astori harus pergi terlalu cepat. Ia meninggal dunia akibat serangan jantung saat tengah tertidur di hotel jelang pertandingan melawan Udinese.

Karena jasanya dan figurnya di kalangan publik Firenze, Fiorentina pun lantas memensiunkan nomor punggung 13 yang ia kenakan.

4. Giacinto Facchetti (Inter Milan)

Kapten timnas Italia, Giacinto Facchetti, memimpin rekan-rekannya tampil di final Euro 1968 melawan Yugoslavia. (Twitter/@OldDaysFootball)

Jika melihat nomor punggung skuad Inter Milan, maka pecinta sepak bola tak bakal menemukan nomor punggung 3.

Baca Juga: Klasemen Liga Italia: Napoli Kembali Rebut Capolista dari Inter

Ya, nomor punggung 3 tersebut telah dipensiunkan oleh Inter untuk mengenang Giacinto Facchetti yang meninggal pada 2006.

Facchetti merupakan pemain yang loyal bagi Inter. 18 tahun lamanya ia mengabdi di Giuseppe Meazza dan menjadi salah satu bek tangguh yang pernah dimiliki Nerazzurri.

5. Javier Zanetti (Inter Milan)

Setelah nomor punggung 3, nomor punggung 4 pun juga dipensiunkan Inter Milan untuk mengenang jasa Javier Zanetti di Giuseppe Meazza.

Zanetti merupakan legenda hidup Nerazzurri di mana ia mengabdi selama 19 tahun. Dalam periode tersebut, ia mencatatkan 615 penampilan.

Figur Zanetti banyak disukai dan dielu-elukan pendukung Inter karena jiwa kepemimpinannya dan sosoknya yang bisa diandalkan selama bermain. Tak ayal, beragam posisi pernah ia tempati dari lini belakang hingga lini depan.

6. Franco Baresi (AC Milan)

Kapten dan bek AC Milan Franco Baresi (kanan) menyundul bola dari gelandang Marseille Abedi Pelé dari Ghana selama final Piala Champions Eropa 26 Mei 1993 di Munich. AFP PHOTO/PATRICK HERTZOG.

Tak hanya Inter, AC Milan pun juga punya tradisi memensiunkan nomor punggung. Kali ini ada nomor punggung 6 yang tak lagi dipakai oleh Rossoneri.

AC Milan memensiunkan nomor punggung 6 untuk menghormati pengabdian Franco Baresi yang berseragam Rossoneri selama 20 tahun.

Selain nomor 6 milik Baresi, AC Milan juga memensiunkan nomor 3. Tapi khusus nomor punggung 3 milik Paolo Maldini itu, ada aturan khusus di mana nomor ini bisa dipakai kembali.

Maldini mengizinkan nomor punggung 3 ini boleh dipakai kembali jika ada keturunannya yang bermain di AC Milan kelak dan ingin mengenakan nomor tersebut.

7. Diego Maradona (Napoli)

Diego Maradona kala memperkuat Napoli pada 1988 silam. [BON ISHIKAWA / AFP]

Diego Maradona merupakan salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah dan pemain terbaik yang pernah dimiliki Napoli.

Untuk alasan itu, Napoli pun kemudian memensiunkan nomor punggung 10 yang pernah ia kenakan bersama Partenopei.

Tak cukup sampai di situ, markas Napoli yakni Stadion San Paolo pun kini berganti nama menjadi Stadion Diego Maradona untuk menghormati jasanya pasca Maradona meninggal dunia.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas

Load More