News / Nasional
Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11 WIB
Massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) menggeruduk gerbang masuk Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (4/8/2026). (Suara.com/ Cornelius Juan Prawira)
Baca 10 detik
  • Massa Hima Persis menduduki gerbang Gedung Kejagung di Jakarta pada Kamis (4/8/2026).
  • Peserta aksi sempat menutup jalan menggunakan keranda mayat hingga membuat aparat kepolisian kewalahan.
  • Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap penegakan hukum kasus Febrie Ardiansyah.

Suara.com - Massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) menggeruduk gerbang masuk Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (4/8/2026).

Aksi sempat memanas saat perwakilan massa menghidupkan flare merah.

Berdasarkan pantauan Suara.com, salah satu massa terlihat melempar flare ke area depan gedung. Bendera himpunan dan spanduk putih dipasang dan menutup gerbang hitam yang berlogo Kejagung itu.

Simbol berupa keranda mayat dan guling dari kain kafan putih bertuliskan "Febrie, menghiasi area depan gerbang.

Hadang Jalan

Sebelumnya, massa aksi sempat menutup lalu lintas kendaraan di depan Gedung Kejaksaan Agung atau Jalan Panglima Polim.

Massa mulai menutup sebagian jalan sejak pukul 15.35 WIB. Kendaraan roda dua dan empat hanya bisa melalui satu ruas sisi kiri jalan raya.

Massa memanfaatkan keranda untuk menghadang ruas jalan. Kembang mawar merah ditabur di area jalan.

Massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) sempat memblokade jalan di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (4/8/2026). (Suara.com/ Cornelius Juan Prawira)

Dua massa aksi bahkan sempat berbaring di dekat keranda sebagai upaya menghadang jalan. Hal itu menjadi aksi teatrikal dari massa aksi.

Baca Juga: Febrie Adriansyah Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Soroti 9 Kejanggalan Penanganan Kasus

Aparat kepolisian tampak kewalahan menangani massa, terlenbih klakson dari kendaraan mulai nyaring berbunyi karena lajunya tersendat.

Meski demikian, aparat kepolisian akhirnya berhasil menertibkan barisan massa. Aparat kekinian dapat membuka ruas jalan yang sebelumnya dihadang. Namun, massa segera beralih menduduki gerbang Kejagung.

Aksi yang mereka lakukan kali ini adalah bentuk keresahan pada proses penegakan hukum yang tengah berjalan dalam kasus yang menyeret eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Ardiansyah.

Massa menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap aparat penegak hukum yang dianggap menjadi "aktor" atau dalang ketidakadilan dan melakukan tindak pidana korupsi di tengah kesulitan ekonomi rakyat.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Load More