Suara.com - Penyerang tim sepak bola putra Jawa Timur Muhamad Faisol Yunus mengakui faktor stamina mempengaruhi penampilannya timnya ketika bertemu Kalimantan Timur di perebutan medali perunggu PON Papua.
"Sebenarnya kita karena kondisi aja. Karena kita main terus kita capai. Kelelahan," ujar Faisol seusai menang 3-2 pada laga melawan Kaltim di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Kamis (14/10/2021).
Seluruh tim yang masuk semifinal rata-rata hanya memiliki waktu istirahat sehari ketika selanjutnya bertanding di fase final dan perebutan tempat ketiga PON Papua cabang olahraga sepak bola putra.
Keempat tim yaitu Papua, Aceh, Jawa Timur dan Kalimantan Timur hanya memiliki waktu istirahat yang singkat ketika bermain hari ini setelah pada Selasa (12/10/2021) lalu memainkan laga semifinal.
Meski stamina yang kurang prima, Faisol pada pertandingan ini berhasil menjadi sosok penting dengan berhasil mencetak dua gol ke gawang Kaltim.
Di laga ini, Jawa Timur tercatat membutuhkan 120 menit lebih untuk memastikan kemenangan melalui tendangan bebas dari Muhamad Faisol Yunus setelah di waktu normal bermain imbang 2-2.
Gol kemenangan Jawa Timur dicetak oleh Muhamad Faisol Yunus (2) dan Dwiki Mardiyanto. Sedangkan gol Kalimantan Timur dicetak oleh Rian Khaidir dan Muhammad Rizky Ramadhan.
Pada pertandingan ini, Jawa Timur berhasil mendapatkan medali perunggu PON Papua cabang olahraga sepak bola putra usai mengalahkan Kalimantan Timur dengan skor 3-2.
Pada pertandingan final, tuan rumah Papua berhasil meraih medali emas PON setelah mengalahkan Aceh dengan skor 2-0 di Stadion Mandala, Jayapura, Kamis. [Antara]
Berita Terkait
-
Sinopsis Two Faces of Thatri, Drama Thailand Terbaru Pon Nawasch di Netflix
-
Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan atas Afrika Selatan
-
Semarak Pembukaan Piala Dunia 2026 Warnai Stadion Azteca
-
Garuda Muda Tersingkir di Semifinal Piala AFF U-19 2026
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti