- Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras pada Kamis malam setelah selesai *podcast* di YLBHI Jakarta Pusat.
- Serangan tersebut menyebabkan luka bakar kimiawi 24% dan melukai area vital seperti mata korban.
- Peristiwa ini dianggap ancaman terhadap demokrasi serta upaya membungkam kritik terhadap isu militerisme di Indonesia.
Suara.com - Dunia aktivisme dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia kembali diguncang oleh aksi teror yang sangat brutal. Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang misterius pada Kamis (12/6) malam.
Untuk diketahui, selain sebagai aktivis HAM di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus kerap membahas bahaya militerisme di Indonesia.
Serangan oleh orang tak dikenal alias OTK pada Kamis larut malam ini tidak hanya melukai fisik korban secara serius, tetapi juga dipandang sebagai ancaman nyata terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat di Tanah Air.
Peristiwa mengerikan ini terjadi di tengah suasana ibu kota yang mulai sepi, sesaat setelah Andrie Yunus menyelesaikan tanggung jawab profesionalnya sebagai pembela HAM.
"Serangan tersebut mengakibatkan luka bakar kimiawi yang fatal di sekujur tubuh korban, yang kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit," kata Dimas Bagus Arya, Koordinator KontraS, Jumat (13/3/2026).
Kronologi Kejadian: Teror Usai Podcast di YLBHI
Kejadian bermula ketika Andrie Yunus baru saja selesai melakukan perekaman siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Jalan Pangeran Diponegoro, Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
Topik yang dibahas dalam podcast tersebut sangat sensitif dan krusial bagi kondisi sosiopolitik saat ini, yakni bertajuk 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia'. Kegiatan tersebut rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB.
Namun, suasana diskusi intelektual itu berubah menjadi tragedi ketika Andrie beranjak meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Tanpa peringatan, pelaku yang hingga kini masih dalam penyelidikan, menyiramkan cairan kimia berbahaya atau air keras ke arah tubuh Andrie.
"Serangan ini diduga kuat telah direncanakan dengan matang, mengingat pelaku memilih waktu dan lokasi yang spesifik setelah korban menyuarakan isu-isu kritis mengenai militerisme," kata Dimas.
Akibat serangan mendadak tersebut, Andrie Yunus mengalami luka serius yang melingkupi area vital.
"Cairan asam tersebut mengenai tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian yang paling mengkhawatirkan adalah bagian mata," jelas Dimas.
Segera setelah peristiwa itu, rekan-rekan dan pihak keamanan di lokasi langsung melarikan Andrie ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Kondisi Medis: Luka Bakar Mencapai 24 Persen
Berita Terkait
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
YLBHI Desak Jaminan Hak Berserikat dan Kekuatan Eksekusi Hukum dalam RUU PPRT
-
Ketika Helm Baja Menjadi Senjata: Saatnya Memulangkan Brimob ke Posnya
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
YLBHI Ingatkan TNI Soal Rencana Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza: Tanpa Mandat PBB Bisa Ilegal
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian