Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong menyebut Stadion Hisor tempat digelarnya uji coba melawan Tajikistan bermasalah. Seperti banyaknya debu yang membuat aliran bola nantinya tidak maksimal.
Meski demikian, juru formasi asal Korea Selatan itu meminta Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan tetap memberikan kemampuan terbaik. Ia berharap Timnas U-23 bisa meraih kemenangan seperti pada laga uji coba melawan Tajikistan.
Pada laga uji coba perdana, Timnas Indonesia U-23 menang dengan skor 2-1 melawan tuan rumah. Gol skuad Garuda Muda dicetak oleh Hanis Saghara dan Bagus Kahfi.
"Saya rasa pemain akan mendapatkan kendala pada pertandingan nanti. Kondisi ini sangat tidak ideal bagi pemain dan kontrol bola sedikit susah. Namun kami harus mendapatkan hasil terbaik di uji coba ini," kata Shin Tae-yong dalam keterangannya jelang pertandingan.
Shin Tae-yong mengisyaratkan bakal merotasi pemain saat melawan Nepal. Mereka yang tidak diturunkan saat bersua Tajikistan bakal diturunkan.
"Pertandingan melawan Nepal saya akan melakukan rotasi dan memberikan kesempatan bermain untuk pemain yang tidak bermain melawan Tajikistan. Jadi semua pemain mendapatkan pengalaman bermain di sini," jelasnya.
Dua uji coba ini disiapkan untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 melawan Australia. Diharapkan banyak ilmu yang didapat sehingga bisa maksimal melawan Australia pada 26 dan 29 Oktober mendatang.
"Memang sebelum melawan Australia kita ingin cek kembali perkembangan pemain terutama di organisasi permainan," pungkas pelatih berusia 52 tahun itu.
Baca Juga: AS Roma Dipermak Bodo/Glimt, Jose Mourinho: Saya Tanggung Jawab
Berita Terkait
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026
-
Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey