Suara.com - Gianluigi Donnarumma mengambil keputusan besar dalam perjalanan karier di jendela transfer musim panas ini. Kiper asal Italia tersebut memutuskan meninggalkan AC Milan.
Sosok yang berjasa membawa Timnas Italia jadi kampiun Piala Eropa 2020 tersebut pindah ke Paris Saint-Germain dengan status bebas transfer. Sejak pertama memutuskan datang ke Paris, keputusan Donnarumma sudah dipertanyakan.
Pasalnya, PSG sendiri sudah memiliki lebih dari 3 kiper dengan Keylor Navas menjadi kiper utama dalam beberapa musim terakhir.
Kondisi tersebut nyatanya menjadi hal yang tak menguntungkan buat Donnarumma karena pria berusia 21 tahun tersebut tak lagi mendapat banyak kesempatan bermain seperti saat membela AC Milan. Berikut 3 alasan Gianluigi Donnarumma sebaiknya tinggalkan PSG.
1. Jarang Bermain
Donnarumma yang berstatus sebagai kiper kelas atas dan masih sangat muda, harus menerima kenyataan bahwa dirinya tidak banyak mendapat kesempatan bermain di PSG.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, PSG memiliki banyak stok kiper dan Navas lebih sering jadi pilihan Maurichio Pochettino. Donnarumma baru bermain 7 kali musim ini di semua kompetisi dengan mencatatkan 2 clean sheet.
Jumlah ini masih kalah dari Navas yang sudah dimainkan dalam 10 pertandingan. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Donnarumma bakal lebih sering menghiasi bangku cadangan.
2. Liga yang Kurang Kompetitif
Baca Juga: Media Prancis Klaim Lionel Messi dan Sergio Ramos Tidak Akur di PSG
Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimilikinya, Donnarumma sebetulnya menjadi incaran banyak klub-klub besar Eropa. Situasi ini seharusnya bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh Donnarumma untuk pindah ke liga yang lebih kompetitif.
Ligue 1 atau Liga Prancis memang termasuk ke dalam 5 liga top Eropa, namun Donnarumma dengan kemampuannya seharusnya bisa bermain di klub-klub dari Liga Inggris, Liga Italia, atau Liga Spanyol.
3. Pelatih Minim Prestasi
PSG memang menjelma sebagai tim besar dan mendominasi di Prancis, namun materi pemain hebat yang dimiliki termasuk Donnarumma berpotensi tidak menjadi maksimal jika diracik oleh pelatih yang tidak pas.
Pochettino bukan pelatih baru, namun pengalamannya dalam menangani tim besar belum terlalu banyak dan minim prestasi. Kondisi ini bisa mendorong Donnarumma untuk pindah ke tim besar dengan pelatih lebih berpengalaman dan berprestasi untuk memenuhi ambisinya meraih gelar juara.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
-
Fokus Piala Dunia 2026, Ferran Torres Beri Jawaban Ketus soal Rumor Gabung PSG
-
Julian Alvarez Tidak Minat Gabung Dua Klub Finalis Liga Champions
-
Pernah Dilatih Andoni Iraola, Bek PSG Ilya Zabarnyi Masuk Radar Transfer Liverpool
-
Persib Bandung Kirim Doa untuk Layvin Kurzawa
-
Gagal Penalti, Penjualan Jersey Gabriel Magalhaes Malah Melonjak 350 Persen
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Timnas Iran Tinggalkan Pesan Menyentuh di Stadion Los Angeles Usai Laga
-
Francisco Conceicao: Kami Bukan Pelayan Cristiano Ronaldo!
-
Bukayo Saka Kembali Latihan, Timnas Inggris Siapkan untuk Fase Krusial Piala Dunia?
-
Resmi! Persija Jakarta Kerja Sama dengan Adidas untuk Arungi Musim 2026/2027
-
Dalih Marcelo Bielsa Usai Uruguay Gagal Menang di 2 Laga Piala Dunia 2026
-
Aston Villa Tantang Indonesia All Stars di Stadion GBK Awal Agustus 2026
-
Mohamed Salah Menggila, Timnas Mesir Petik Kemenangan Perdana dan Buka Peluang ke 32 Besar
-
Thibaut Courtois Dekati Rekor Setelah Cetak Clean Sheet Kontra Iran di Piala Dunia 2026
-
Shin Tae-yong Kirim Pesan untuk Jakmania: Tak Janjikan Persija Menang Terus, Tapi..
-
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Prancis, Irak Siap Hadirkan Kejutan Bersejarah