Suara.com - Penyerang timnas Indonesia Ezra Walian mengatakan bahwa tidak fokus menjadi alasan di balik kekalahan skuadnya dengan skor 0-1 dari Afghanistan dalam laga uji coba internasional FIFA di Stadion Gloria, Antalya, Turki, Selasa (16/11/2021) malam WIB.
"Sepak bola itu tentang hal-hal detail. Dalam pertandingan itu, ada satu momen kami tidak fokus yang membuat lawan berhasil mencetak gol," ujar Ezra, dikutip dari keterangan PSSI di Jakarta seperti dimuat Antara, Rabu.
Meski begitu, pesepak bola berusia 24 tahun tersebut menilai situasi sejenis biasa terjadi dalam sepak bola.
Yang penting, Ezra melanjutkan, skuad "Garuda" segera bangkit demi meraih kemenangan pada laga persahabatan kedua di Turki kontra Myanmar, Kamis (25/11).
"Sebenarnya kami bermain bagus saat melawan Afghanistan dan itu penting. Setelah ini, kami mesti kembali berlatih dan berkonsentrasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Kami akan bekerja keras," kata pemain Persib Bandung tersebut.
Terlepas dari hasil negatif, Ezra merasa senang bisa kembali bertanding membela timnas Indonesia setelah terakhir kali melakukannya pada Maret 2017.
Selama lebih dari empat tahun Ezra sempat vakum dari kegiatan timnas yang terafiliasi ke FIFA lantaran proses pindah federasinya, dari KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda-red) ke PSSI, bermasalah.
"Saya bangga bisa kembali ke timnas. Sayang memang Afghanistan bisa membuat satu gol, tetapi saya pikir kami sudah bermain baik. Lapangan di stadion agak sedikit aneh, tetapi tidak masalah karena itu juga bagian dari permainan," tutur WNI yang dinaturalisasi dari Belanda itu.
Timnas Indonesia ditundukkan Afghanistan dengan skor 0-1 pada laga persahabatan internasional FIFA di Stadion Gloria, Antalya, Turki, Selasa (16/11) malam WIB.
Baca Juga: Takluk dari Afghanistan, Shin Tae-yong Soroti Kualitas Operan Timnas Indonesia
Satu-satunya gol pada pertandingan tersebut dibuat oleh pemain pengganti Omid Popalzay pada menit ke-85. Gol ini terjadi melalui sebuah serangan balik cepat Afghanistan yang berawal dari kesalahan operan pemain Indonesia di wilayah pertahanan lawan.
Berita Terkait
-
Ucapan Pelatih Thailand Jelang Piala Asia 2027 Bikin Panas Suporter Timnas Indonesia
-
Grup Neraka Piala Asia 2027: Ini Rekor Tanding Timnas Indonesia Lawan Jepang, Qatar, dan Thailand
-
Timnas Indonesia Perkuat Aspek Non-Taktikal untuk Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027
-
John Herdman Siapkan Formula Baru Jelang Timnas Indonesia Mentas di Piala Asia 2027
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia U-17 2026
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Profil Timnas Irak: Singa Mesopotamia yang Siap Mengaum di Piala Dunia 2026
-
Pesan Mendalam Kang Dedi untuk Bobotoh: Jangan Nodai Kemenangan Persib dengan Keributan
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia U-17 2026
-
Persijap Jepara Lolos dari Degradasi, Pemain Berharga Rp 6,95 Miliar Ungkap Isi Hati
-
Profil Julian de Guzman: Legenda Kanada dan Perjalanan Besar Menembus Sepak Bola Eropa
-
Ucapan Pelatih Thailand Jelang Piala Asia 2027 Bikin Panas Suporter Timnas Indonesia
-
Profil Younis Mahmoud: Mesin Gol Legendaris Irak yang Menginspirasi Generasi Piala Dunia 2026
-
Memalukan! Skuad Persib Mendapat Serangan Verbal Provokatif di Bandara, Ini Pelakunya
-
Carlos Valderrama, Legenda yang Jadi Otak Permainan Kolombia di Tiga Edisi Piala Dunia
-
Komentar Pilu Hansi Flick usai Bawa Barcelona Juara LaLiga di Hari Kematian Sang Ayah